Tak Sekadar Sehat, Ini Waktu yang Perlu Dihindari saat Makan Buah

  • 26 Apr 2026 11:43 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Buah merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan sehat karena mengandung vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi buah secara rutin terbukti dapat membantu menjaga daya tahan tubuh hingga menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun, di balik manfaat tersebut, waktu mengonsumsi buah ternyata memiliki peran yang tidak kalah penting. Jika dilakukan pada waktu yang kurang tepat, buah justru bisa memicu gangguan pencernaan hingga ketidakseimbangan gula darah.

Mengutip dari laman kesehatan Hello Sehat yang dipublikasikan pada 24 Januari 2024 menyebutkan bahwa makan buah saat perut kosong tidak selalu dianjurkan, terutama bagi individu dengan masalah kestabilan gula darah. Kandungan gula alami seperti fruktosa dapat diserap dengan cepat oleh tubuh, sehingga memicu lonjakan gula darah secara drastis. Kondisi ini kemudian diikuti penurunan energi yang dapat membuat tubuh terasa lemas, cepat lapar, dan kurang bertenaga.

Selain itu, dalam publikasi yang sama, dijelaskan bahwa konsumsi buah dalam kondisi perut kosong dapat memperburuk kondisi penderita maag, terutama jika buah yang dikonsumsi memiliki rasa asam seperti jeruk atau nanas. Keasaman tersebut berpotensi meningkatkan iritasi pada lambung dan memicu rasa tidak nyaman seperti perih atau mual.

Waktu lain yang perlu diperhatikan adalah setelah makan berat. Banyak orang menganggap buah sebagai pencuci mulut yang sehat. Namun, menurut penjelasan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui laman keslan.kemkes.go.id yang dipublikasikan pada 15 Mei 2023, buah memiliki waktu cerna yang lebih cepat dibandingkan makanan tinggi protein dan lemak. Ketika dikonsumsi setelah makan besar, buah dapat tertahan di dalam sistem pencernaan dan berpotensi mengalami fermentasi, yang kemudian menimbulkan keluhan seperti perut kembung, begah, hingga produksi gas berlebih pada sebagian orang.

Kebiasaan mengonsumsi buah pada larut malam juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Hello Sehat dalam artikelnya tertanggal 24 Januari 2024 menyebutkan bahwa kandungan gula alami dalam buah dapat meningkatkan energi secara tiba-tiba. Hal ini dapat mengganggu ritme alami tubuh, terutama produksi hormon tidur, sehingga seseorang menjadi lebih sulit untuk beristirahat dan kualitas tidurnya menurun.

Selain itu, menjadikan buah sebagai hidangan penutup juga tidak selalu memberikan manfaat optimal. Proses pencernaan yang berbeda antara buah dan makanan utama dapat menyebabkan makanan tertahan lebih lama di lambung. Akibatnya, perut bisa terasa penuh, tidak nyaman, bahkan memicu gangguan pencernaan ringan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kestabilan gula darah yang berdampak pada rasa lapar yang datang lebih cepat.

Waktu yang lebih dianjurkan untuk mengonsumsi buah adalah sebelum makan utama atau di sela waktu makan. Pola ini dinilai dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik, sekaligus memberikan efek kenyang yang lebih lama sehingga membantu mengontrol porsi makan.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa tidak ada aturan yang sepenuhnya kaku mengenai waktu konsumsi buah. Respons tubuh setiap orang bisa berbeda tergantung kondisi kesehatan, pola makan, serta jenis buah yang dikonsumsi. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali kondisi tubuhnya sendiri agar dapat menentukan waktu terbaik dalam mengonsumsi buah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....