Screen Time Sehat Dimulai dari Kualitas Konten Digital Anak
- 06 Agt 2026 14:19 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Perkembangan teknologi telah menjadikan gawai sebagai bagian yang tidka terpisahkan dari kehidupan anak-anak pada era digital. Kondisi tersebut membaut banyak orang tua beurpaya mencari cara terbaik untuk mengatur penggunaan layar agar tetap memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Selama ini, pembatasan durasi penggunaan gawai sering diangap sebagai solusi utama dalam mengendalikan kebiasaan anak. Padahal, sejumlah pakar menilai bahwa kualitas aktivitas yang dilakukan anak di depan layar jauh lebih menentukan dibandingkan lamanya waktu yang dihabiskan.
Dilansir dari nationalgeographic.com berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat digital dapat memberikan dampak positif maupun negatif, bergantung pada jenis konten yang dikonsumsi serta situasi ketika anak mengaksesnya. Oleh karena itu, orang tua dianjurkan untuk lebih memperhatikan apa yang ditonton, dimainkan, dan dipelajari anak daripada sekadar menghitung jumlah menit penggunaan layar.
Para ahli menjelaskan bahwa aktivitas digital yang edukatif, kreatif, dan dilakukan dengan pendampingan orang tua mampu mendukung perkembangan kemampuan berpikir anak. Sebaliknya, akses tanpa pengawasan terhadap konten yang dikendalikan algoritma, seperti video pendek atau media sosial, dinilai berisiko memengaruhi konsentrasi dan perilaku anak.
Selain menjadi sarana hiburan, teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, mengembangkan kreativitas, serta memperluas wawasan. Permainan digital tertentu bahkan dinilai mampu melatih kemampuan memecahkan masalah, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan berpikir kritis apabila digunakan secara bijaksana.
Orang tua juga disarankan membangun kebiasaan digital yang sehat melalui komunikasi dan keterlibatan langsung dalam aktivitas anak. Pendampingan saat menggunakan perangkat akan membantu anak memahami manfaat maupun risiko dunia digital sehingga mereka lebih mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Untuk menciptakan keseimbangan, keluarga perlu memilih aplikasi, permainan, atau tayangan yang memiliki nilai edukatif dan mendorong interaksi aktif. Di sisi lain, kegiatan seperti bermain di luar rumah, berolahraga, membaca, menekuni hobi, dan berinteraksi secara langsung tetap harus menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari anak.
Penerapan aturan penggunaan gawai juga perlu dilakukan secara jelas, konsisten, dan menyesuaikan kebutuhan setiap keluarga. Misalnya dengan menetapkan waktu tertentu sebagai zona bebas gawai atau menempatkan perangkat digital di ruang bersama agar penggunaannya lebih mudah diawasi.
Pada akhirnya, tujuan utama bukanlah menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi, melainkan membimbing mereka agar mampu memanfaatkan perangkat digital secara sehat dan bertanggung jawab. Dengan mengutamakan kualitas konten, pendampingan orang tua, serta keseimbangan aktivitas sehari-hari, teknologi dapat menjadi sarana yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....