Minuman Kopi Bisa Memperparah Dehidrasi saat Cuaca Panas

  • 22 Apr 2026 18:48 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Di tengah suhu yang kian ekstrem akibat gelombang panas, masyarakat diimbau lebih cermat dalam memilih kebiasaan sehari-hari, termasuk soal konsumsi minuman. Kebiasaan yang selama ini dianggap sepele seperti minum kopi yang ternyata bisa berdampak buruk bagi tubuh dalam kondisi cuaca panas berlebih.

Saat suhu dan tingkat kelembapan meningkat drastis, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan suhu melalui keringat. Dalam kondisi ini, para ahli mengingatkan agar konsumsi minuman berkafein, termasuk kopi, mulai dibatasi. Berdasarkan panduan dari Centers for Disease Control and Prevention, minuman berkafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Risiko ini semakin besar karena tubuh juga kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, kondisi tersebut dapat memicu dehidrasi. Gejalanya bisa berupa pusing, kebingungan, hingga perubahan warna urine menjadi lebih gelap. Dalam kondisi yang lebih serius, dehidrasi dapat berkembang menjadi kelelahan akibat panas (heat exhaustion) bahkan sengatan panas (heat stroke) yang berpotensi mengancam nyawa.

Tak hanya kopi, sejumlah jenis minuman lain juga sebaiknya dihindari saat gelombang panas melanda. Para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi alkohol serta minuman dengan kandungan gula dan natrium tinggi. Alkohol diketahui dapat memicu tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan, sementara minuman tinggi gula dan garam justru menarik cairan dari dalam tubuh, sehingga memperparah risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi.

Meski begitu, tidak semua kebiasaan harus ditinggalkan. Konsumsi makanan pedas, misalnya, justru dapat membantu tubuh mendinginkan diri melalui mekanisme keringat. Namun, tetap diperlukan keseimbangan dengan asupan cairan yang cukup.

Lantas, apa pilihan terbaik untuk melawan panas? Para pakar sepakat bahwa air putih tetap menjadi solusi paling efektif. Menurut penjelasan Profesor Nutrisi Terapan Jennifer Brady dari Mount Saint Vincent University, suhu air baik dingin maupun hangat tidak memberikan perbedaan signifikan bagi tubuh. Yang terpenting adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari.

Dengan meningkatnya frekuensi gelombang panas, kesadaran akan pola konsumsi yang tepat menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan. Langkah sederhana seperti memperbanyak minum air putih bisa menjadi penyelamat di tengah ancaman suhu ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....