Ngorok Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea, Waspadai Dampaknya

  • 20 Apr 2026 23:31 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID,Bogor - Kebiasaan ngorok saat tidur kerap dianggap hal biasa oleh banyak orang. Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya Obstructive Sleep Apnea. Gangguan tersebut ditandai dengan henti napas sesaat saat tidur.

Saat seseorang mengalami penyempitan saluran napas, aliran udara menjadi terhambat. Kondisi ini menyebabkan suara dengkuran muncul saat tidur. Dalam beberapa kasus, napas bisa berhenti sementara.

Ketika hal itu terjadi, suplai oksigen ke tubuh akan menurun drastis. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan kerja organ vital. Salah satunya adalah jantung yang bekerja lebih keras.

Dampak dari kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Penurunan oksigen dapat memicu peningkatan tekanan darah. Dalam jangka panjang, risiko penyakit jantung ikut meningkat.

Selain itu, kondisi ini juga dapat merusak pembuluh darah. Risiko komplikasi serius seperti serangan jantung pun bisa terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sedini mungkin.

Dikutip dari berbagai sumber,beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain ngorok sangat keras. Penderita juga bisa terbangun karena tersedak atau napas terhenti. Rasa lelah saat bangun tidur juga menjadi indikator.

Gejala lain adalah rasa kantuk berlebihan di siang hari. Kondisi ini kerap dialami meski sudah tidur cukup. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas juga perlu diperhatikan.

Jika mengalami gejala tersebut, disarankan segera berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan lanjutan seperti sleep study dapat dilakukan. Langkah ini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....