Peran Orang Tua Jadi Kunci Penerapan Pembatasan Media Digital Anak

  • 07 Apr 2026 19:45 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Keberhasilan penerapan pembatasan penggunaan media sosial pada anak melalui PP Tunas sangat bergantung pada peran orang tua. Tanpa pengawasan yang konsisten, aturan tersebut dinilai sulit berjalan efektif.

Pada Selasa, 7 April 2026 dalam sambungan telepon, Psikolog, Anggia Chrisanti, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa peraturan tidak akan berdampak jika tidak disertai dengan penerapan di rumah. Anak masih dapat mengakses konten digital dari berbagai perangkat di sekitarnya.

“Peraturan saja tidak cukup jika tidak ada pengawasan. Anak tetap bisa mencari celah untuk mengakses konten dari perangkat lain,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan antara orang tua dan anak sebelum menerapkan aturan. Konsep “connection before communication” dinilai efektif dalam membangun kepatuhan anak.

“Anak harus merasa dekat dan dihargai terlebih dahulu. Dari situ, komunikasi akan lebih mudah diterima,” katanya.

Selain itu, orang tua juga harus menjadi contoh dalam penggunaan gadget sehari-hari. Anak cenderung meniru perilaku yang dilihat dari lingkungan terdekatnya.

“Kalau orang tua tidak bisa mengontrol penggunaan gadget, akan sulit meminta anak melakukan hal yang sama. Keteladanan menjadi kunci utama,” jelasnya.

Anggia juga menyarankan agar orang tua memahami terlebih dahulu isi kebijakan sebelum menerapkannya. Setelah itu, aturan dapat disampaikan secara bertahap dengan melibatkan anak.

“Mulai dari mengenali kebiasaan anak, lalu buat kesepakatan bersama. Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan yang tepat dapat membuat kebijakan ini berjalan optimal. Tidak hanya sebagai aturan, tetapi juga sebagai upaya membentuk kebiasaan digital yang sehat pada anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....