Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di tengah Tuntutan Kerja dan Keluarga
- 23 Agt 2026 23:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Perempuan yang menjalani aktivitas pekerjaan sekaligus memiliki tanggung jawab keluarga menghadapi berbagai tuntutan yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga menjadi penting agar berbagai peran tersebut dapat dijalankan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Dilansir dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Minggu 23 Agustus 2026, setiap orang memiliki waktu, tenaga, dan perhatian yang terbatas. Konflik antara pekerjaan dan keluarga dapat terjadi ketika tuntutan dari salah satu peran membuat seseorang kesulitan menjalankan peran lainnya.
Kondisi tersebut misalnya terjadi ketika seseorang harus menyelesaikan pekerjaan setelah kurang tidur karena merawat anak yang sakit, atau tetap memikirkan kebutuhan keluarga saat sedang bekerja. Jika berlangsung terus-menerus, situasi tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis.
Tekanan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kondisi fisik dan mental. Seseorang dapat mengalami stres, kelelahan, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Untuk menjaga keseimbangan, pekerja perempuan dapat menentukan prioritas, membagi tanggung jawab keluarga, menyediakan waktu untuk beristirahat, serta menjaga pola hidup sehat. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan orang-orang terdekat juga diperlukan agar berbagai tanggung jawab tidak ditanggung seorang diri.
Lingkungan kerja juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental pekerja perempuan. Beban kerja yang wajar, waktu kerja yang teratur, serta lingkungan yang aman dan bebas dari diskriminasi dapat membantu mengurangi tekanan yang muncul dari tuntutan pekerjaan dan keluarga.
Menjaga kesehatan mental pekerja perempuan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dengan pembagian peran yang lebih seimbang dan lingkungan yang mendukung, perempuan dapat menjalankan tanggung jawab pekerjaan maupun keluarga secara lebih sehat dan berkelanjutan.engan tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....