Studi: Rutin Mendengarkan Musik Dapat Turunkan Risiko Demensia hingga 40 Persen
- 29 Mar 2026 13:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan sederhana seperti mendengarkan musik ternyata memiliki manfaat besar bagi kesehatan otak. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa orang yang rutin mendengarkan musik memiliki risiko demensia hingga hampir 40 persen lebih rendah. Temuan ini menjadi kabar baik di tengah meningkatnya kasus gangguan kognitif di usia lanjut.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Geriatric Psychiatry menunjukkan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Musik mampu mengaktifkan berbagai bagian otak yang berperan dalam memori, emosi, dan fungsi kognitif. Hal ini membuat otak tetap aktif dan terstimulasi secara konsisten.
Para peneliti menjelaskan bahwa saat seseorang mendengarkan musik, terjadi proses kompleks di dalam otak. Jaringan saraf yang berkaitan dengan ingatan dan emosi bekerja secara bersamaan, sehingga membantu menjaga ketajaman mental. Aktivitas ini diyakini menjadi salah satu faktor yang menurunkan risiko demensia.
Selain itu, musik juga dapat memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Kondisi emosional yang stabil berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. Dengan kata lain, manfaat musik tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga secara neurologis.
Menariknya, kebiasaan ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memerlukan biaya besar. Cukup dengan mendengarkan lagu favorit melalui headphone atau perangkat lainnya, seseorang sudah bisa mendapatkan manfaat tersebut. Bahkan, aktivitas sederhana ini dapat menjadi rutinitas harian yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.
Meski demikian, para ahli tetap menyarankan agar pola hidup sehat lainnya tetap dijaga. Konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan interaksi sosial juga berperan penting dalam mencegah demensia. Musik dapat menjadi pelengkap yang efektif dalam menjaga kesehatan otak secara menyeluruh.
Dengan temuan ini, mendengarkan musik bukan lagi sekadar hiburan semata. Aktivitas ini berpotensi menjadi salah satu cara sederhana untuk melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....