Sering Begadang? Kurang Tidur ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini

  • 22 Jul 2026 12:38 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan begadang atau tidur kurang dari enam jam setiap malam sering kali dianggap sepele. Padahal, sejumlah penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa kurang tidur secara konsisten bukan hanya menyebabkan rasa lelah dan sulit berkonsentrasi, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat berbagai penyakit serius.

Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam European Heart Journal: Acute Cardiovascular Care menganalisis 19 penelitian mengenai durasi tidur dan kesehatan jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang memiliki durasi tidur pendek mengalami peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner maupun stroke. Risiko tersebut juga ditemukan pada kelompok usia produktif yang selama ini dianggap masih berada dalam kondisi kesehatan yang baik.

Kurang tidur diketahui dapat memicu berbagai perubahan biologis di dalam tubuh. Mulai dari peningkatan hormon stres, gangguan tekanan darah, peradangan kronis, hingga terganggunya metabolisme glukosa. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat munculnya penyakit kardiovaskular yang berpotensi mengancam nyawa.

Temuan serupa juga diperkuat melalui systematic review yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine. Penelitian yang menelaah 153 studi kohort (jenis penelitian observasional yang mengamati sekelompok orang dengan karakteristik tertentu dari waktu ke waktu) tersebut menemukan bahwa kebiasaan tidur kurang dari enam jam per hari berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit metabolik secara bertahap.

Beberapa penyakit yang paling sering dikaitkan dengan kurang tidur antara lain diabetes melitus tipe 2, hipertensi atau tekanan darah tinggi, obesitas, hingga penyakit jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah. Semakin lama seseorang mempertahankan pola tidur yang tidak cukup, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang dapat dialaminya.

Para peneliti menekankan bahwa tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh. Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan, mengatur keseimbangan hormon, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah. Oleh karena itu, orang dewasa dianjurkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam agar fungsi tubuh tetap optimal.

Menjaga pola tidur yang cukup sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, berdampingan dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik yang rutin. Dengan memenuhi kebutuhan tidur setiap hari, risiko berbagai penyakit kronis dapat ditekan sekaligus membantu menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....