Gaya Hidup Tak Sehat Picu Stroke di Usia Muda, Ini Faktornya
- 22 Mar 2026 13:56 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus stroke, termasuk pada usia muda. Pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik menjadi pemicu utama kondisi ini.
Stroke yang dulu identik dengan usia lanjut kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kualitas hidup jangka panjang.
Dokter Spesialis Saraf, dr. Haris Murdianto, mengungkapkan saat ini tren usia pasien stroke sudah tidak pada umur tua, namun kebanyakan pada umur yang muda.
“Sekarang stroke tidak melihat umur, bahkan pasien paling muda yang saya tangani berusia 15 tahun. Ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih peduli kesehatan,” ujarnya pada Jumat, 20 Maret 2026.
Selain pola hidup, faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko stroke. Individu dengan riwayat hipertensi atau diabetes perlu lebih waspada sejak dini.
“Hipertensi dan diabetes harus dikontrol dengan baik melalui obat dan pola hidup sehat. Jika tidak terkontrol, komplikasinya bisa berujung stroke,” katanya.
Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak tanpa diimbangi olahraga memperbesar risiko. Kebiasaan tersebut secara perlahan merusak pembuluh darah dalam tubuh.
“Stres memang tidak langsung menyebabkan stroke, tetapi bisa memicu perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Dari situ faktor risiko akan semakin meningkat,” ucapnya.
Dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengontrol kondisi kesehatan, risiko stroke dapat ditekan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit ini sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....