Ini Alasan Tidur Siang Baik untuk Kesehatan
- 24 Feb 2026 12:30 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, – Bogor Tidur siang singkat atau power nap sering dihindari karena dianggap dapat mengganggu tidur malam. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini justru bisa memberikan manfaat untuk kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Di banyak budaya seperti di Spanyol dengan tradisi siesta dan di Jepang dengan hirune, tidur siang sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Bahkan perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook menyediakan fasilitas khusus untuk tidur siang karyawan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur siang rutin berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik. Studi tahun 2023 oleh peneliti dari University College London dan University of the Republic di Uruguay menemukan bahwa kebiasaan tidur siang dapat membantu mempertahankan ukuran otak lebih lama.
Penelitian tersebut menganalisis data 35.000 orang berusia 40 hingga 69 tahun dari basis data UK Biobank. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang tidur siang beberapa kali seminggu memiliki volume otak lebih dari 15 sentimeter kubik lebih besar dibandingkan mereka yang tidak pernah tidur siang.
Perbedaan volume ini setara dengan perlambatan penuaan otak selama tiga hingga enam tahun. Volume otak yang lebih kecil diketahui berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan seperti kadar hormon stres kortisol yang tinggi, sleep apnea, penyakit kardiovaskular, hingga Alzheimer dan demensia vaskular.
Selain manfaat jangka panjang, tidur siang juga memberi dampak positif dalam waktu singkat. Tidur selama 5 hingga 15 menit dapat meningkatkan performa mental secara langsung dengan efek yang dapat bertahan hingga tiga jam setelah bangun.
Dalam dunia olahraga, tidur siang kini dimanfaatkan untuk meningkatkan performa atlet. Penelitian menunjukkan bahwa tidur siang antara pukul 13.00 hingga 16.00 dapat memperbaiki kemampuan kognitif, waktu reaksi, koordinasi, serta suasana hati.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tidur siang tidak boleh menggantikan tidur malam. Kebutuhan tidur siang yang berlebihan bisa menjadi tanda kurangnya tidur malam atau adanya gangguan tidur. Prioritas utama tetap menjaga kualitas dan durasi tidur malam.
Tidur berlangsung dalam siklus sekitar 90 menit yang terdiri dari empat tahap, termasuk tidur dalam dan fase REM (Rapid Eye Movement) saat bermimpi. Tidur siang selama 15 hingga 20 menit umumnya belum memasuki fase tidur dalam sehingga lebih aman dan tidak menyebabkan rasa pusing saat bangun.
Jika tidur siang berlangsung lebih dari 20 hingga 30 menit, seseorang berisiko mengalami sleep inertia, yaitu rasa bingung dan lesu setelah bangun karena sudah memasuki fase tidur dalam. Kondisi ini justru dapat mengganggu aktivitas setelahnya.
Karena itu, waktu terbaik untuk tidur siang adalah antara pukul 14.00 hingga 16.00 saat ritme sirkadian tubuh menurun. Jika ingin menjadikannya kebiasaan, lakukan secara singkat dan konsisten agar tidak mengganggu tidur malam. Pada akhirnya, tidur siang bukan sekadar pilihan, melainkan kebiasaan yang dapat memberikan manfaat jika dilakukan dengan tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....