Cara Minum Vitamin saat Puasa agar Tidak Sia-sia
- 22 Feb 2026 00:34 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Selama bulan puasa, banyak orang berinisiatif menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin tambahan. Tujuannya agar tetap bugar, tidak mudah lemas, dan terhindar dari sakit.
Namun meminum vitamin tanpa memperhatikan waktu konsumsi, bisa terasa sia-sia. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat minum vitamin saat puasa?
Dikutip dari laman Universitas Airlangga Fakultas Keperawatan, tubuh menyerap vitamin dengan cara yang berbeda-beda, tergantung jenisnya. Secara umum, vitamin terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu vitamin larut air (seperti vitamin C dan vitamin B kompleks) dan vitamin larut lemak (seperti vitamin A, D, E, dan K).
Jika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat, misalnya saat perut kosong atau tanpa makanan berlemak, proses penyerapan bisa tidak maksimal. Bahkan, sebagian vitamin bisa langsung terbuang melalui urine tanpa sempat dimanfaatkan tubuh.
Lalu, kapan waktu terbaik minum vitamin saat puasa agar tidak sia-sia? Setelah makan ringan atau makan utama adalah waktu yang ideal untuk sebagian besar vitamin, terutama vitamin larut lemak. Setelah berbuka, tubuh menerima asupan makanan sehingga proses penyerapan lebih efektif.
Jika ingin minum vitamin saat sahur, pastikan sudah mengonsumsi makanan terlebih dahulu agar lambung tidak kosong. Vitamin C & B kompleks, bisa diminum setelah makan saat sahur atau berbuka.
Vitamin D, A, E, K, sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat agar penyerapannya optimal. Zat besi Idealnya diminum saat perut tidak sepenuhnya kosong, namun hindari bersamaan dengan teh atau kopi karena dapat menghambat penyerapan.
Jika pola makan saat sahur dan berbuka sudah seimbang (mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, dan buah), kebutuhan vitamin bisa terpenuhi secara alami dari makanan.
Vitamin tambahan lebih dibutuhkan jika asupan makan kurang seimbang, aktivitas sangat padat, sedang dalam masa pemulihan, memiliki kondisi kesehatan tertentu. Namun, konsumsi suplemen tetap sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....