Sering Overthinking? Ini Cara Mengatasinya Agar Lebih Tenang
- 04 Feb 2026 15:53 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang banyak dialami masyarakat di era modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa tekanan hidup, beban pekerjaan, serta paparan informasi berlebihan dapat memicu stres yang berujung pada kecemasan dan pikiran berulang.
Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa overthinking yang dibiarkan terus-menerus dapat berdampak pada kualitas tidur, konsentrasi, hingga produktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali dan mengelola pola pikir agar tidak terjebak dalam siklus pikiran negatif.
Berikut beberapa tips mengurangi overthinking sehari-hari berdasarkan panduan ahli kesehatan mental dan psikologi.
1. Sadari dan Kenali Pola Pikiran
American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa langkah awal mengurangi overthinking adalah menyadari kapan pikiran mulai berulang dan tidak produktif. Dengan mengenali pemicu overthinking, seseorang dapat lebih mudah mengendalikan respons emosional yang muncul.
2. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
WHO menyarankan untuk membedakan antara hal yang dapat dan tidak dapat dikendalikan. Mengalihkan perhatian pada tindakan nyata yang bisa dilakukan hari ini dapat membantu mengurangi kecemasan berlebih terhadap hal-hal di luar kendali.
3. Batasi Paparan Informasi Berlebihan
Menurut Kementerian Kesehatan RI, konsumsi informasi yang berlebihan, terutama dari media digital, dapat memperparah overthinking. Membatasi waktu penggunaan gawai dan memilih sumber informasi yang terpercaya dapat membantu menjaga kesehatan mental.
4. Terapkan Teknik Relaksasi Sederhana
Latihan pernapasan dalam, meditasi singkat, atau aktivitas fisik ringan terbukti efektif menenangkan pikiran. APA menyebutkan bahwa teknik relaksasi dapat membantu menurunkan respons stres dan menghentikan siklus pikiran negatif.
5. Ceritakan Isi Pikiran kepada Orang Terpercaya
Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau tenaga profesional dapat membantu meringankan beban pikiran. WHO menekankan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kesehatan mental.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana secara konsisten, overthinking dapat dikendalikan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Kesadaran menjaga kesehatan mental menjadi kunci untuk menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....