Apa Itu Virus Nipah? Dapat Menularkan ke Manusia

  • 27 Jan 2026 19:19 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga kematian. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1998–1999 saat terjadi wabah di Malaysia dan Singapura, yang kemudian menyebar ke beberapa negara Asia, termasuk Bangladesh dan India.

Virus Nipah berasal dari keluarga Paramyxoviridae dan diketahui memiliki reservoir alami berupa kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti babi, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar, misalnya buah atau nira kurma mentah.

Penularan antarmanusia juga dapat terjadi, terutama melalui kontak erat dengan penderita, cairan tubuh, atau lingkungan yang terkontaminasi. Hal ini menjadikan virus Nipah berisiko menimbulkan wabah, terutama di wilayah dengan sanitasi dan pengawasan kesehatan yang terbatas.

Gejala infeksi virus Nipah bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan. Pada kasus berat, virus ini dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) yang ditandai dengan penurunan kesadaran, kejang, hingga koma. Tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah tergolong tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada penanganan dan kondisi sistem kesehatan.

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk virus Nipah. Penanganan pasien masih bersifat suportif, dengan fokus pada perawatan intensif dan pengendalian gejala. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menekan risiko penularan.

Upaya pencegahan virus Nipah meliputi menghindari konsumsi buah yang tidak dicuci bersih, tidak mengonsumsi nira atau produk mentah yang berpotensi terkontaminasi kelelawar, serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit. Selain itu, penerapan protokol kebersihan dan kewaspadaan terhadap penyakit menular menjadi kunci dalam mencegah penyebaran virus ini.

Virus Nipah saat ini dikategorikan sebagai salah satu penyakit prioritas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena potensi wabahnya yang tinggi dan belum tersedianya pengobatan spesifik. Kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan sistem kesehatan menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman virus Nipah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....