Ancaman Siber Era AI Menguat, ATM dan M-Banking Terancam

  • 22 Jun 2026 12:25 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin maju mulai memunculkan kekhawatiran baru di sektor keuangan global. Jepang menjadi salah satu negara yang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman siber yang dapat muncul seiring hadirnya model AI generasi terbaru.

Mengutip Reuters, 19 Juni 2026, Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank, Masahiko Kato, mengatakan lembaga keuangan di Jepang kemungkinan perlu mengambil langkah pencegahan apabila risiko serangan siber meningkat akibat pemanfaatan teknologi AI yang semakin canggih.

Dalam konferensi pers pada Jumat (19/6/2026), Kato menyebut layanan tertentu seperti ATM dan mobile banking dapat ditangguhkan sementara untuk melindungi aset nasabah. Menurutnya, tindakan tersebut dapat dilakukan secara proaktif jika ancaman terhadap sistem perbankan dinilai berada pada tingkat yang membahayakan.

Reuters melaporkan, bahwa kekhawatiran tersebut muncul karena sistem AI mutakhir memiliki kemampuan mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak dengan sangat cepat. Kemampuan itu dikhawatirkan dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan serangan siber yang lebih kompleks dan sulit dideteksi.

Salah satu model AI yang menjadi perhatian adalah Mythos yang dikembangkan perusahaan AI Anthropic. Dalam pengumuman peluncurannya pada April 2026, Anthropic menyatakan model tersebut berhasil menemukan ribuan kerentanan perangkat lunak, termasuk pada sejumlah sistem operasi dan peramban utama yang digunakan secara luas.

Anthropic juga memperingatkan bahwa dampak penggunaan teknologi tersebut dapat menjadi sangat serius apabila tidak diimbangi dengan pengamanan yang memadai. Oleh karena itu, berbagai institusi keuangan di sejumlah negara mulai memperketat pengawasan terhadap penggunaan teknologi AI dalam operasional mereka.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat telah mengambil langkah pengamanan dengan membatasi akses warga negara asing terhadap model AI mutakhir tertentu karena alasan keamanan nasional. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemajuan AI tidak hanya membawa peluang baru, tetapi juga tantangan besar bagi industri perbankan global dalam menjaga keamanan sistem dan data nasabah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....