Waspada Modus Paket Hilang, Korban Bisa Diperas Diam-Diam
- 04 Jun 2026 14:43 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Modus Paket Hilang
- Kejahatan Siber Ketika Belanja Daring
RRI.CO.ID, Bogor - Maraknya aktivitas belanja online ternyata dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan baru. Salah satu yang kini banyak ditemukan adalah modus pemberitahuan paket hilang atau tertahan saat proses pengiriman. Korban biasanya dihubungi melalui pesan singkat, telepon, atau aplikasi percakapan.
Pelaku mengaku sebagai pihak ekspedisi atau layanan pelanggan yang menangani pengiriman barang. Mereka menyampaikan bahwa paket yang sebelumnya dibeli korban mengalami kendala sehingga tidak dapat dikirimkan. Untuk meyakinkan korban, pelaku sering kali menggunakan bahasa yang sopan dan terlihat profesional.
Setelah berhasil mendapatkan perhatian korban, pelaku menawarkan proses pengembalian dana atau refund. Namun sebelum itu, korban diminta mengirimkan bukti invoice atau detail transaksi pembelian. Di sinilah pelaku mulai mengumpulkan informasi yang dapat disalahgunakan.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi apabila menerima informasi mengenai paket yang disebut hilang atau tertahan. Dilansir dari data Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), sepanjang tahun 2024 terdeteksi sekitar 26,7 juta aktivitas phishing di Indonesia yang sebagian besar memanfaatkan berbagai modus rekayasa sosial untuk mencuri informasi korban.
Karena itu, setiap informasi yang mengatasnamakan jasa pengiriman atau marketplace sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu melalui kanal resmi sebelum memberikan data apa pun. Pada kenyataannya, banyak laporan paket yang diklaim hilang ternyata tetap sampai ke alamat tujuan sesuai jadwal pengiriman.
Karena itu, pesan semacam ini sebaiknya disikapi dengan hati-hati dan tidak langsung ditanggapi. Kewaspadaan serta kebiasaan memverifikasi informasi menjadi langkah penting untuk menghindari jebakan penipu di era digital.
Dengan meningkatnya aktivitas belanja daring, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk menghindari berbagai bentuk penipuan digital yang terus berkembang dengan berbagai modus baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....