Pasar Cicangkal Rumpin Bogor Sepi Pembeli ‎ ‎

  • 20 Nov 2025 17:37 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Para pedagang Pasar Cicangkal Kecamatan Rumpin keluhkan sepinya pembeli. Dalam kurun 3 bulan terakhir kondisi pasar tradisional terbesar di Kecamatan Rumpin sepi pengunjung dan pembeli.‎

‎Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omset penjualan dagangan sangat tajam. Menurut para pedagang, hal ini dirasakan sejak ada penutupan galian tambang di wilayah tersebut.‎

‎Endang, seorang pedagang sembako di Pasar Cicangkal mengungkapkan bahwa pasca penutupan usaha tambang, omset penjualan bahan pokok di kios miliknya menurun drastis hingga 50 persen lebih.‎

‎"Memang dampak penutupan galian tambang sangat terasa. Karena sebagian besar pembeli di pasar ini merupakan warga dari wilayah pertambangan," ujar Endang, Kamis (20/11/2025).

‎Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Usman yang mengaku jika saat ini kondisi pasar Cicangkal memang sepi. Bahkan, pada hari Senin dan Kamis yang merupakan hari pasar, kondisi tetap sepi.‎

‎"Biasanya kalau hari masar itu suasana pasar ramai pengunjung dan pembeli. Tapi sekarang sama saja kayak hari-hari biasa, kondisi pasar sepi," ungkapnya.‎

‎Kondisi pasar yang sepi juga diakui oleh Yusron, Kepala Unit Pasar Cicangkal PD Pasar Tohaga. Ia menyebutkan jika hal ini sudah terjadi sejak awal bulan Oktober.‎

‎"Ya memang ada penurunan dari jumlah pengunjung yang belanja ke pasar ini. Hal ini sudah sejak akhir September. Sekitar 30 persen penurunannya," ungkapnya .

‎‎Yusron tidak menampik jika penurunan jumlah pengunjung dan pembeli karena adanya penutupan usaha pertambangan. Sebab menurutnya, mayoritas pembeli di pasar tersebut datang dari area wilayah usaha pertambangan di gunung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....