Ketahui 5 Tanda Tanah Baik untuk Ditanami Pangan Lokal

  • 28 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Tanah merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman pangan lokal. Kondisi tanah yang baik membantu tanaman tumbuh subur, menyerap unsur hara, dan menghasilkan panen yang optimal. Sebelum menanam berbagai jenis pangan lokal seperti singkong, ubi jalar, jagung, talas, dan kacang-kacangan, petani perlu mengenali karakteristik tanah yang sesuai. Dengan mengetahui kondisi tanah, pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara lebih tepat dan berkelanjutan.

Pertama, tanah memiliki tekstur gembur dan tidak terlalu padat. Tanah yang gembur memudahkan akar menembus lapisan tanah untuk menyerap air dan unsur hara. Kondisi ini sangat penting bagi tanaman umbi-umbian seperti singkong dan ubi jalar karena mendukung perkembangan umbi. Cara sederhana untuk mengenalinya adalah dengan meremas segenggam tanah yang sedikit lembap. Tanah yang baik umumnya dapat membentuk gumpalan kecil, tetapi mudah hancur kembali ketika disentuh.

Kedua, tanah kaya bahan organik. Tanah berwarna cokelat gelap atau kehitaman sering kali mengandung bahan organik dari sisa daun, akar, dan bagian tanaman yang telah terurai. Bahan organik membantu memperbaiki struktur tanah, mempertahankan kelembapan, serta mendukung aktivitas organisme tanah. Namun, warna gelap tidak selalu menjamin kesuburan. Untuk meningkatkan kandungan bahan organik, petani dapat menambahkan kompos matang, pupuk kandang yang telah terurai, atau memanfaatkan sisa tanaman yang sehat.

Ketiga, tanah memiliki drainase yang baik dan tidak mudah tergenang. Tanah yang ideal mampu menyimpan air secukupnya sekaligus mengalirkan kelebihan air agar akar tetap mendapatkan oksigen. Genangan yang berlangsung lama dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko pembusukan akar atau umbi, terutama pada singkong dan ubi jalar. Kondisi drainase dapat diamati setelah hujan. Jika air menggenang terlalu lama, petani dapat memperbaikinya melalui pembuatan saluran air atau bedengan sesuai kebutuhan tanaman.

Keempat, tanah memiliki tingkat keasaman atau pH yang sesuai. Nilai pH memengaruhi ketersediaan unsur hara dan kemampuan tanaman menyerapnya. Banyak tanaman pangan tumbuh baik pada tanah yang sedikit asam hingga mendekati netral, meskipun setiap tanaman memiliki toleransi berbeda. Jagung umumnya tumbuh baik pada pH sekitar 5,5–7,0, sedangkan singkong relatif toleran terhadap tanah masam. Pengukuran pH dapat dilakukan menggunakan alat ukur tanah atau melalui pengujian laboratorium agar perbaikan tanah, seperti pengapuran, dapat dilakukan secara tepat.

Kelima, terdapat organisme tanah yang bermanfaat. Keberadaan cacing tanah dan mikroorganisme dapat menjadi petunjuk bahwa tanah memiliki aktivitas biologis yang mendukung kesuburan. Cacing tanah membantu menggemburkan tanah dan membentuk pori-pori, sedangkan mikroorganisme berperan dalam menguraikan bahan organik menjadi unsur hara. Petani dapat mengamati organisme tersebut dengan menggali sedikit tanah yang lembap. Menambahkan bahan organik, menggunakan mulsa, dan mengurangi penggunaan pestisida secara tidak tepat dapat membantu menjaga kehidupan organisme tanah.

Mengenali lima tanda tersebut merupakan langkah awal untuk mendukung keberhasilan budidaya pangan lokal. Tanah yang gembur, kaya bahan organik, memiliki drainase baik, pH sesuai, dan mendukung kehidupan organisme akan menyediakan lingkungan tumbuh yang lebih baik bagi tanaman. Meski demikian, kebutuhan setiap komoditas berbeda sehingga pemilihan tanaman harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Dengan pengelolaan tanah yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung ketersediaan pangan lokal yang beragam dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....