Koneksi Orang Tua Jadi Kunci Anak Berani Cerita soal Bullying
- 12 Agt 2026 21:07 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak berani menceritakan pengalaman bullying yang dialaminya di lingkungan sekolah maupun pergaulan. Keberanian anak untuk bercerita sangat berkaitan dengan kedekatan dan rasa aman yang dibangun bersama orang tua sejak dini.
Dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 11 Agustus 2026, Psikolog Anggia Crisanti, mengatakan orang tua tidak cukup hanya menanyakan kondisi anak untuk mengetahui persoalan yang sedang dihadapinya. Hubungan yang memiliki kedekatan emosional diperlukan agar anak merasa bahwa orang tua merupakan tempat yang aman untuk menyampaikan berbagai pengalaman, termasuk ketika menghadapi perundungan.
"Connection before communication, jangan ujung-ujung nanya kamu kenapa, kalau orang tidak merasa punya kedekatan, kelekatan, keterikatan dengan orang tersebut meskipun itu orang tua dan anak, anak enggak akan ngomong,” ucapnya.
Ia menjelaskan kedekatan tersebut membuat orang tua lebih mudah mengenali perubahan pada anak sebelum anak secara langsung menyampaikan masalahnya. Pola komunikasi yang hanya berisi pertanyaan dan pertukaran informasi belum tentu membuat anak merasa benar-benar didengarkan. Orang tua juga perlu menghindari respons yang langsung menyalahkan, meremehkan masalah, atau meminta anak bersabar sebelum memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi.
Ia menambahkan anak yang memiliki hubungan dekat dengan orang tua biasanya lebih mudah menunjukkan tanda ketika sedang menghadapi masalah. Bahkan anak tidak selalu harus langsung menceritakan persoalannya karena perubahan sikap maupun ucapan sederhana dapat menjadi petunjuk bagi orang tua untuk memberikan perhatian lebih.
"Kalau ada connection, kalau bahasa Sundanya mah tong boroning ngobrol, orang tua pasti akan ngeh, jadi kepekaan itu bisa membuat orang tua dapat mengetahui ketika anak mengalami perubahan emosi atau perilaku meskipun anak belum mampu mengungkapkan masalahnya secara langsung," katanya.
Karena itu, orang tua disarankan membangun hubungan dengan anak melalui komunikasi yang terbuka dan tidak menghakimi dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dapat membuat anak merasa dicintai dan diterima bukan hanya ketika mendapatkan prestasi atau melakukan sesuatu yang dianggap baik, tetapi juga ketika sedang menghadapi kesulitan.
Anggia juga mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru memberikan solusi ketika anak mulai bercerita mengenai masalahnya. Menurutnya, dalam kondisi tertentu anak hanya membutuhkan orang tua untuk mendengarkan terlebih dahulu sehingga beban emosional yang dipendam dapat berkurang dan anak merasa tidak menghadapi persoalan seorang diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....