Kenali Tiga Tanda Anak Mengalami Masalah akibat Bullying

  • 12 Agt 2026 20:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak karena korban bullying tidak selalu berani menceritakan pengalaman yang dialaminya. Psikolog Anggia Crisanti, mengatakan perubahan pada kondisi fisik, psikis, maupun perilaku dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.

Menurut Anggia, kemampuan orang tua mengenali masalah anak sangat berkaitan dengan koneksi yang terbangun dalam keluarga. Ketika hubungan orang tua dan anak cukup dekat, perubahan kecil pada kondisi anak akan lebih mudah terlihat sehingga orang tua dapat segera mencari tahu penyebabnya.

"Ada tiga indikator pada manusia bahwa dia itu tidak baik-baik saja, yang pertama fisik, yang kedua psikis, yang ketiga perilaku. Ketiga indikator itu dapat muncul dalam bentuk yang berbeda-beda sehingga orang tua perlu memperhatikan perubahan yang tidak biasa pada anak, " jelasnya pada Dialog Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 11 Agustus 2026.

Pada aspek fisik, orang tua dapat memperhatikan ketika anak menjadi lebih sering mengalami keluhan kesehatan tanpa penyebab yang jelas. Sementara pada aspek psikis, perubahan dapat terlihat ketika anak menjadi lebih mudah sedih, takut, marah, malu, kecewa, gelisah, khawatir, atau cemburu dibandingkan kondisi biasanya.

Anggia mengatakan perubahan perilaku juga perlu menjadi perhatian, terutama ketika anak mulai menunjukkan sikap agresif atau justru semakin menarik diri dari lingkungan. Perubahan seperti mudah marah, membanting pintu, berbicara dengan nada berbeda, hingga menghindari komunikasi dapat menjadi tanda yang perlu dicermati.

Menurutnya, ketika perubahan yang muncul semakin mengganggu aktivitas anak, orang tua dapat mempertimbangkan pendampingan dari pihak yang memiliki kompetensi. Guru BK, psikolog, Puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya dapat menjadi pilihan sesuai dengan kondisi yang dialami anak sehingga masalah tidak dibiarkan berlarut-larut.

Anggia menegaskan penanganan sejak dini penting dilakukan agar persoalan yang dialami anak tidak semakin menumpuk dan mempengaruhi kondisi emosionalnya. Orang tua juga perlu menghilangkan anggapan bahwa meminta bantuan psikolog hanya diperuntukkan bagi orang yang mengalami gangguan berat karena konsultasi dapat menjadi langkah untuk memahami persoalan sebelum berkembang lebih jauh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....