Apakah Hewan Ternak Aman Mengonsumsi Pakan yang Terpapar Abu Vulkanik?
- 08 Sep 2026 15:48 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Hujan abu vulkanik tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga perlu diwaspadai oleh peternak. Salah satu persoalan yang sering muncul setelah hujan abu adalah kondisi pakan ternak, terutama rumput, dedaunan, jerami, atau pakan lain yang berada di ruang terbuka.
Abu vulkanik yang menempel pada pakan berpotensi ikut tertelan oleh hewan. Karena itu, peternak sebaiknya tidak langsung memberikan pakan yang sudah terpapar abu, terutama apabila lapisannya cukup tebal atau abu memiliki karakteristik yang berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan pencernaan.
Pakan Terpapar Abu Sebaiknya Tidak Langsung Diberikan
Secara umum, pakan yang terkena abu vulkanik sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu dari pakan yang masih bersih. Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material yang dikeluarkan gunung api dapat mengandung partikel mineral dan material lain yang kualitas serta komposisinya bergantung pada jenis erupsi.
Apabila abu yang menempel pada rumput atau bahan pakan cukup banyak, pemberian secara langsung kepada ternak sebaiknya dihindari. Hewan dapat mengonsumsi abu bersama pakannya, sehingga jumlah abu yang masuk ke tubuh menjadi sulit dikendalikan.
Jangan Hanya Mengandalkan Pembilasan
Salah satu hal yang perlu diperhatikan peternak adalah tidak semua pakan yang terkena abu dapat dianggap aman hanya karena sudah dibilas dengan air.
Untuk pakan hijauan yang terpapar cukup berat, pilihan yang lebih aman adalah menggantinya dengan pakan yang terlindungi dari paparan abu. Sementara itu, bahan pakan yang masih dapat diselamatkan harus dinilai berdasarkan tingkat kontaminasi dan jenis bahannya.
Peternak juga perlu memperhatikan sumber air minum ternak. Wadah air sebaiknya ditutup selama hujan abu dan diganti atau dibersihkan apabila terdapat endapan abu.
Bagaimana Jika Hewan Sudah Terlanjur Memakannya?
Peternak tidak perlu langsung panik apabila hewan sudah sempat mengonsumsi pakan yang terkena sedikit abu. Namun, kondisi ternak tetap perlu dipantau.
Perhatikan perubahan perilaku dan kondisi fisik, seperti nafsu makan menurun, batuk, kesulitan bernapas, muntah atau gangguan pencernaan, diare, lemas, maupun perubahan kondisi lainnya.
Jika muncul gejala yang tidak biasa, terutama setelah hewan mengonsumsi pakan dengan paparan abu cukup banyak, peternak sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.
Lindungi Pakan dari Paparan Abu
Untuk mengurangi risiko, pakan sebaiknya disimpan di tempat tertutup sebelum, selama, dan setelah terjadi hujan abu. Pakan konsentrat, jerami, dedak, maupun bahan pakan lainnya perlu ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak terkena endapan abu.
Rumput atau hijauan yang akan dipanen juga perlu diperhatikan. Jika memungkinkan, peternak dapat menunda pemanenan sampai kondisi lingkungan lebih aman dan memilih hijauan dari area yang tidak mengalami paparan abu berat.
Selain pakan, kandang juga perlu dibersihkan dari endapan abu. Peternak sebaiknya mengurangi aktivitas yang membuat abu kembali beterbangan di sekitar kandang karena partikel tersebut juga dapat terhirup oleh hewan.
Utamakan Pakan yang Bersih
Hujan abu vulkanik tidak selalu berarti seluruh pakan ternak otomatis berbahaya. Tingkat risikonya bergantung pada jumlah abu yang menempel, karakteristik abu, jenis pakan, serta berapa banyak material tersebut yang dikonsumsi.
Namun, ketika tersedia pilihan, pakan yang bersih dan terlindungi dari abu merupakan pilihan yang lebih aman. Peternak sebaiknya tidak mengambil risiko dengan tetap memberikan pakan yang terlihat mengalami kontaminasi berat.
Kewaspadaan juga penting karena dampak paparan abu tidak hanya berkaitan dengan saluran pencernaan. Partikel abu yang beterbangan dapat mengganggu saluran pernapasan hewan, terutama ketika kandang atau lingkungan sekitar belum dibersihkan dengan baik.
Karena itu, setelah terjadi hujan abu vulkanik, peternak perlu memperhatikan tiga hal utama, yakni kebersihan pakan, kualitas air minum, dan kondisi lingkungan kandang. Jika ragu terhadap keamanan pakan yang telah terpapar abu, konsultasi dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan dapat membantu menentukan langkah yang paling tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....