LIGA Pro Jakarta Dorong Dharma Jaya Jadi Perseroda
- 01 Okt 2026 00:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presidium Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta, M Syaiful Jihad, mendukung penguatan fungsi pelayanan publik sekaligus pengembangan bisnis Dharma Jaya.
- LIGA Pro Jakarta juga mendukung penguatan fungsi pelayanan publik pengembangan bisnis Dharma Jaya agar status perusahaan ditingkatkan menjadi Perseroda.
- Perumda Dharma Jaya saat ini terus memperkuat bisnis komersial untuk mengurangi ketergantungan terhadap penugasan Pemprov DKI Jakarta.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presidium Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta, M Syaiful Jihad, mendukung penguatan fungsi pelayanan publik sekaligus pengembangan bisnis Dharma Jaya.
Ia bahkan mendorong agar status perusahaan tersebut ditingkatkan menjadi Perseroda.
Hal ini disampaikan Syaiful dalam diskusi Ngobrolin Jakarta (Ngojak) yang digelar Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 30 September 2026. "Kami mendukung Perumda Dharma Jaya untuk ditingkatkan statusnya menjadi Perseroda," kata Syaiful.
Menurutnya, perubahan status tersebut perlu diikuti dengan penguatan penyertaan modal daerah. Tambahan modal dinilai dibutuhkan untuk mendukung inovasi bisnis sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Syaiful lantas menyinggung rencana pemanfaatan lahan 15 hektare di Ciangir untuk membangun ekosistem kemandirian pangan. Mulai dari peternakan dan penggemukan sapi hingga fasilitas cold storage.
"Kita ketahui, Dharma Jaya akan memanfaatkan lahan seluas 15 hektare di Ciangir untuk membangun ekosistem kemandirian dan ketahanan pangan. Ada peternakan dan penggemukan sapi hingga cold storage. Tentu ini membutuhkan modal yang tidak sedikit," katanya.
Syaiful juga mengapresiasi kinerja Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, selama memimpin Dharma Jaya. Menurutnya, perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian kini telah mampu memberikan dividen kepada pemerintah daerah.
"Kalau sebelum-sebelumnya merugi, maka sekarang sudah bisa memberikan dividen. Saya berharap kinerja baik ini bisa terus ditingkatkan lagi," kata Syaiful.
Porsi Bisnis Komersial Terus Diperbesar
Perumda Dharma Jaya saat ini terus memperkuat bisnis komersial untuk mengurangi ketergantungan terhadap penugasan Pemprov DKI Jakarta. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat peran perusahaan daerah dalam menjaga ketahanan pangan ibu kota.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, porsi kegiatan Dharma Jaya yang berasal dari penugasan pemerintah kini mulai berkurang. Jika sebelumnya mencapai sekitar 90 persen, saat ini porsinya sekitar 60 persen.
Sementara itu, sekitar 40 persen kegiatan perusahaan sudah berasal dari sektor komersial.
"Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian perusahaan sekaligus memperkuat peran Dharma Jaya dalam mendukung ketahanan pangan di Jakarta," kata Raditya.
Menurutnya, pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi perusahaan untuk tidak terlalu bergantung pada penugasan pemerintah.
"Waktu COVID-19, tiba-tiba penugasan diberhentikan. Kita sempat kalang kabut juga. Tapi, alhamdulillah sekarang dari sisi penugasan dan komersial sudah mulai berjarak dan perlahan bisa kita amankan," ujarnya.
Raditya menegaskan, pengembangan bisnis komersial akan terus dilakukan agar ketergantungan terhadap penugasan semakin kecil. Di sisi lain, besarnya kebutuhan pangan Jakarta menjadi peluang bagi Dharma Jaya untuk memperluas rantai bisnisnya.
Raditya menyebut kebutuhan daging di Jakarta dalam kondisi normal mencapai sekitar 6.000 ton per bulan. Angka itu dapat meningkat menjadi 6.500 hingga 7.000 ton, bahkan mencapai 7.500 ton pada periode tertentu seperti hari besar keagamaan.
Besarnya kebutuhan tersebut, kata dia, harus diantisipasi dengan membangun rantai pasok yang kuat, mulai dari pengadaan dan penggemukan sapi, pengolahan, hingga distribusi. Salah satu rencana yang tengah didorong adalah pembangunan fasilitas pengembangan usaha di kawasan Ciangir, Banten, dengan memanfaatkan lahan milik Pemprov DKI seluas 15 hektare.
Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pangan yang terintegrasi. Selain lahannya cukup luas, akses dari Jakarta menuju lokasi juga relatif mudah melalui jalur darat dan jalan tol.
"Ini merupakan peluang yang sangat luar biasa. Kita bisa melakukan pembangunan dari mulai pekerjaan, kemudian penggemukan, pengolahan sampai distribusi," ucap Raditya.
Menurutnya, penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan Jakarta. Dengan jumlah penduduk sekitar 10,5 juta jiwa, kebutuhan pangan Jakarta sangat besar dan harus dijamin secara berkelanjutan.
"Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas. Tetapi juga kemampuan pemerintah daerah dan BUMD membangun sistem pangan yang lebih mandiri," katanya.
DPRD Dukung Pengembangan Bisnis Dharma Jaya
Dukungan terhadap rencana pengembangan Dharma Jaya juga disampaikan Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter. Ia memastikan DPRD DKI Jakarta mendukung penguatan Dharma Jaya dalam memenuhi kebutuhan komoditas peternakan sekaligus mengembangkan bisnis perusahaan.
"Kalau dari sisi kebutuhan anggaran tentu kami mendukung, selama itu realistis dan ada kajian yang matang untuk dapat direalisasikan," kata Jupiter. Ia juga mendorong Dharma Jaya memperluas pasar, termasuk masuk lebih jauh sebagai pemasok kebutuhan hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Menurutnya, pasar tersebut saat ini masih banyak dikuasai perusahaan swasta. Karena itu, Dharma Jaya dinilai perlu meningkatkan daya saing agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah semakin besar.
"Saat ini masih banyak dikuasai swasta. Saya ingin Perumda Dharma Jaya juga dapat bersaing dengan sehat agar pendapatan perusahaan semakin meningkat dan memberikan kontribusi maksimal pendapatan daerah melalui dividen," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....