Sasar Pasar Asia, India jadi Pembeli Terbesar Batu Bara AS

  • 05 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • India menyerap 7,46 juta short ton batu bara AS pada kuartal I 2026, meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (7,18 juta short ton).
  • India menguasai lebih dari setengah (57%) dari total ekspor batu bara AS ke Asia sebesar 13,08 juta short ton pada kuartal I 2026.
  • Korea Selatan menempati posisi kedua dengan impor 1,66 juta short ton (naik 84,5%), sementara Jepang ketiga dengan 1,48 juta short ton (turun 19,8%).

RRI.CO.ID, Jakarta - India kembali menjadi tujuan utama ekspor batu bara Amerika Serikat (AS) pada kuartal I 2026. Negara tersebut menyerap lebih dari separuh total ekspor batu bara AS ke kawasan Asia sepanjang Januari-Maret 2026.

Data US Energy Information Administration (EIA) menunjukkan ekspor batu bara AS ke India mencapai 7,46 juta short ton kuartal I 2026. Angka tersebut meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 7,18 juta short ton.

Volume tersebut menjadikan India sebagai pembeli terbesar batu bara AS. Dari total ekspor batu bara AS ke Asia sebesar 13,08 juta short ton, lebih dari setengahnya dikirim ke pasar India.

India unggul jauh dibandingkan negara tujuan lainnya. Korea Selatan berada di posisi kedua dengan impor 1,66 juta short ton atau meningkat 84,5 persen dibandingkan kuartal I 2025.

Sementara itu, Jepang menempati posisi berikutnya dengan volume impor 1,48 juta short ton. Namun berbeda dengan India dan Korea Selatan, ekspor batu bara AS ke Jepang justru turun 19,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data EIA juga menunjukkan sejumlah negara Asia lainnya turut meningkatkan pembelian batu bara dari AS. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia, Singapura, dan Vietnam.

Secara keseluruhan, ekspor batu bara AS ke kawasan Asia mencapai 13,08 juta short ton pada kuartal I 2026. Angka tersebut naik 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan permintaan dari India dan sejumlah negara Asia lainnya memperkuat posisi sebagai pasar ekspor terbesar batu bara AS. Kondisi ini terjadi di tengah menurunnya konsumsi batu bara di pasar domestik Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....