CELIOS Dukung Kenaikan Pertamax, Waspadai Lonjakan Pertalite
- 29 Apr 2026 16:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai kenaikan Pertamax tepat menjaga ruang fiskal negara di tengah lonjakan harga minyak global yang terus tinggi.
- Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi rasional karena tekanan fiskal energi terus meningkat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai kenaikan Pertamax tepat menjaga ruang fiskal negara di tengah lonjakan harga minyak global yang terus tinggi. Namun pemerintah perlu mengantisipasi peralihan konsumen ke Pertalite agar beban subsidi tidak meningkat kembali secara signifikan di APBN.
Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi rasional karena tekanan fiskal energi terus meningkat. Menurutnya, beban subsidi dan kompensasi energi yang membesar membuat ruang fiskal negara semakin tertekan.
“Menaikkan harga BBM nonsubsidi secara prinsip tepat karena tekanan APBN cukup besar dan harga minyak global masih tinggi. Sehingga beban fiskal negara ikut meningkat,” kata Media Wahyudi Askar saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, skema harga BBM nonsubsidi memang semestinya mengikuti mekanisme pasar. Jika harga global naik sementara harga jual dalam negeri tetap, maka beban kerugian berpotensi ditanggung badan usaha energi nasional.
“Yang harus diantisipasi adalah perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Karena jika konsumsi BBM bersubsidi meningkat, tekanan terhadap APBN justru bisa kembali membesar,” ujarnya.
Selain penyesuaian harga, Media menilai pembenahan tata kelola subsidi energi harus menjadi agenda utama pemerintah. Ia mendorong penyaluran BBM bersubsidi berbasis data agar subsidi tepat sasaran dan dinikmati masyarakat membutuhkan.
“Subsidi energi sudah saatnya berbasis data penerima, bukan berbasis barang. Langkah ini dilakukan agar anggaran negara benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan,” ujar Media.
CELIOS menekankan solusi jangka panjang melalui penguatan transportasi publik dan peningkatan produksi energi domestik nasional. Lembaga itu juga mendorong efisiensi kilang serta percepatan transisi energi terbarukan guna menekan impor energi.
“Transportasi publik kuat harus jadi fondasi ketahanan energi nasional. Produksi domestik, efisiensi kilang, dan energi terbarukan dipercepat segera,” kata Media menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....