DPR Minta Masyarakat Dukung Kebijakan BBM Subsidi Tepat

  • 23 Apr 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR mendorong masyarakat menjaga keberlanjutan kebijakan energi nasional
  • Dukungan diperlukan agar subsidi BBM tetap tepat sasaran
  • Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib mengajak kelompok menengah atas berperan

RRI.CO.ID, Jakarta - DPR mendorong masyarakat menjaga keberlanjutan kebijakan energi nasional. Dukungan diperlukan agar subsidi BBM tetap tepat sasaran.

Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib mengajak kelompok menengah atas berperan. Mereka diminta tidak beralih menggunakan BBM bersubsidi.

“Sesuai imbauan Menteri ESDM, kelompok menengah atas tidak beralih BBM subsidi,” kata Ahmad, Kamis, 23 April 2026. Ia menilai langkah ini penting menjaga ketepatan sasaran subsidi.

Menurutnya, penggunaan BBM subsidi harus difokuskan pada masyarakat membutuhkan. Hal ini untuk mencegah lonjakan konsumsi yang membebani anggaran negara.

Ahmad menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat. Kolaborasi dinilai menjadi kunci menjaga kebijakan energi nasional.

Dukungan kolektif diharapkan menjaga stabilitas energi nasional. Langkah ini juga memperkuat ketahanan menghadapi krisis global.

Ia mendukung kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil pada 2026. Kebijakan ini dinilai melindungi daya beli masyarakat.

“Kebijakan ini menjadi bantalan penting bagi perekonomian nasional,” ujarnya. Stabilitas energi mendukung biaya logistik dan produksi.

Ahmad mengapresiasi capaian ketahanan energi Indonesia di tingkat global. Indonesia menempati posisi kedua dengan tingkat ketahanan 77 persen.

Capaian ini didukung dominasi energi domestik seperti batubara dan gas. Kontribusi energi terbarukan juga terus meningkat.

Ketergantungan impor energi relatif rendah dibanding negara lain. Hal ini memperkuat stabilitas pasokan energi nasional.

“Langkah pemerintah menjaga stok energi menjadi fondasi penting,” ujarnya. Ia menilai strategi ini memperkuat ketahanan nasional.

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026. Kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan energi tetap terjaga. Stabilitas harga dinilai sesuai kondisi energi nasional saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....