Startup Indonesia Didorong Genjot Devisa, Hadapi Tantangan Investasi Global

  • 22 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Empat startup Indonesia diberangkatkan ke Jepang melalui BEKUP Global Scale-Up 2026 untuk memperluas pasar dan mendorong peningkatan devisa dari sektor ekonomi kreatif.
  • Tantangan utama ada pada skema investasi berbasis ekuitas dan kondisi FDI, sehingga difokuskan pada peluang kerja sama bisnis konkret dengan mitra internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak empat startup terpilih Indonesia akan diberangkatkan ke Jepang melalui program BEKUP Global Scale-Up 2026 yang diselenggarakan Kemenekraf. Founder KUMPUL.id, Faye Wongso menyampaikan, partisipasi startup ini tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis.

Keempatnya juga diharapkan dapat mendorong peningkatan devisa negara melalui sektor ekonomi kreatif. Menurut Faye, startup memiliki potensi besar untuk menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional di pasar global.

Kendati demikian, kata Faye, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal pendanaan. Ia menjelaskan, skema investasi berbasis ekuitas saat ini cenderung lebih kompleks.

“Karena lagi FDI (Foreign Direct Investment) itu lagi agak-agak tricky lah gitu di Indonesia. Cuman kita kan ada produk nih ada hal-hal yang mereka tuh bisa ada kerjasama bisnis sih, kita berharapnya,” kata Faye Wongso, dalam BEKUP Global Scale Up 2026: Startup Reveal and Final Brief for SusHi Tech 2026, di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Karena itu, pendekatan yang didorong tidak semata mencari investor. Melainkan membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih konkret dengan mitra internasional.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya memperluas eksistensi IP Indonesia di kancah global. Ia mencontohkan, sebelumnya pemerintah telah memfasilitasi pelaku industri gim serta animator Indonesia untuk tampil di panggung internasional.

“Harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi untuk pengembangan usaha mereka,” ujar Teuku Riefky.

Selain itu, pemerintah memberikan pendampingan intensif kepada para startup. Termasuk dalam penyusunan proposal bisnis dan pemahaman pasar negara tujuan.

Hal ini dinilai penting agar pelaku usaha mampu menyusun strategi yang sesuai. Di antaranya pendekatan storytelling dengan karakter pasar, seperti Jepang yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap isu keberlanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....