Indeks Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi Awal 2026
- 31 Jan 2026 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) mencapai level tertinggi. Optimisme pelaku usaha meningkat didorong stabilitas ekonomi makro dan momentum hari besar keagamaan.
IKI Januari 2026 menyentuh 54,12 atau naik 2,22 poin dibanding Desember 2025. Capaian ini menjadi rekor tertinggi sejak peluncuran indeks pada akhir 2022.
“Capaian ini menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha. Nilai tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu," kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Febri menyebut mayoritas subsektor berada pada zona ekspansi positif. Sekitar 20 subsektor berkontribusi 94,7 persen terhadap PDB nasional.
“Kami melihat industri mengintensifkan produksi merespons permintaan menjelang hari besar. Kebanyakan peningkatan permintaan terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri," katanya, menjelaskan.
Variabel produksi melonjak ke level 54,86 setelah sempat kontraksi. Pesanan domestik menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas pabrik.
“Produksi difokuskan memenuhi permintaan Februari dan Maret 2026. Industri menyiapkan stok untuk kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Febri menilai stabilitas BI-Rate 4,75 persen menjaga iklim investasi. Realisasi investasi triwulan akhir 2025 mencapai Rp218,2 triliun.
“Capaian IKI menjadi modal awal pertumbuhan industri sepanjang 2026. Pemerintah optimistis tren positif berlanjut," ucapnya.
Sementara itu, Dirjen IKMA Reni Yanita mengatakan, konsumsi fesyen mendorong industri tekstil. Industri kecil menengah turut menikmati peningkatan permintaan.
Untuk itu, ia mendorong penguatan riset agar produk tetap kompetitif. “Kami masih menghadapi tantangan ketergantungan bahan baku impor,” kata Reni.
Reni mencatat industri aneka tumbuh hingga 153 persen dengan ekspor naik 48 persen. Ia mengajak masyarakat membelanjakan THR pada produk kreatif lokal.
“Karena sebagaimana slogannya nih berhias sambil menabung. Jadi kalau dapat THR ini nanti diinvestasikan dalam bentuk beli perhiasan,” kata Reni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....