Indonesia Raih Belasan Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026
- 13 Jul 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia berpartisipasi sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 dan berhasil memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia melalui tingginya antusiasme pelaku industri untuk kerja sama.
- Kementerian Perindustrian menyelenggarakan delapan pertemuan bilateral dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, dan tiga wilayah Rusia, menghasilkan 13 Memorandum of Understanding.
- Kerja sama mencakup berbagai sektor strategis seperti manufaktur maju, semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi, dan penguatan rantai nilai industri Eurasia-ASEAN untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan partisipasi Indonesia pada INNOPROM 2026 memperkuat posisi industri nasional di Eurasia. Menurutnya, tingginya minat pelaku industri Eurasia terlihat dari penandatanganan MoU selama kehadiran Indonesia di Rusia.
"Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 telah memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia. Hal ini terlihat dari tingginya antusias pelaku industri dari pasar Eurasia yang menginginkan kerja sama dengan industri nasional," ujar Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Senin, 13 Juli 2026.
Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy mengatakan capaian Indonesia selama INNOPROM 2026 menunjukkan meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap industri nasional. Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri guna memperkuat daya saing manufaktur Indonesia.
"Capaian Indonesia selama INNOPROM 2026 menunjukkan industri nasional semakin dipercaya. Berbagai kerja sama yang terbangun diharapkan membuka peluang investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri bernilai tambah bagi manufaktur Indonesia," ujar Tri.
Selama INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian melaksanakan delapan pertemuan bilateral dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Azerbaijan. Pertemuan bilateral juga dilakukan dengan Tajikistan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, serta Wilayah Sverdlovsk.
Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai komitmen kerja sama melalui penandatanganan 13 Memorandum of Understanding di berbagai bidang. Kerja sama mencakup industri, perdagangan, investasi, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, rantai pasok, alih teknologi, dan SDM industri.
Selain itu, kerja sama business-to-business diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah Memorandum of Understanding. MoU melibatkan IPERINDO, PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, dan PIKKI bersama United Industrial Corporation AK Bars.
PT Minang Jordanindo juga menandatangani MoU bersama CHETRA LLC. Himpunan Kawasan Industri Indonesia menandatangani MoU bersama Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones Russian Federation.
Kementerian Perindustrian menyelenggarakan delapan business talk dan forum yang dihadiri pelaku industri, calon investor, pemangku kepentingan kawasan Eurasia. Forum membahas manufaktur maju, semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi, industri sawit berkelanjutan, penguatan rantai nilai industri kawasan Eurasia-ASEAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....