Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Meningkat Jelang Nataru
- 10 Des 2025 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada November 2025 meningkat. Perkiraan itu mengacu pada Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 yang diperkirakan tumbuh 5,9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober sebesar 4,3 persen. Laporan BI, Rabu (10/12/2025) mencatat, kelompok barang yang mendorong peningkatan penjualan ritel pada November.
Baca juga: IHSG Diperkirakan Naik Kembali, Sentuh Level 8.713,71
Penjualan terbesar dari kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya, dan rekreasi. Kemudian, penjualan suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau.
Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 1,1 persen. Pertumbuhannya didorong peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Baca juga: Rupiah Kembali Tertekan oleh Penguatan Dolar AS
Sementara itu, pada Oktober 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 4,3 perse, lebih tinggi dibandingkan September sebesar 3,7 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi, serta makanan, minuman, dan tembakau.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Oktober 2025 tumbuh sebesar 0,6 persen. Pertumbuhannya juga dipengaruhi oleh permintaan masyarakat menjelang persiapan Natal, didukung oleh kelancaran distribusi.
Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat pada tiga bulan mendatang, yakni Januari 2026. Tekanan inflasi diperkirakan akan menurun setelah enam bulan, yaitu April 2026.
Prakiraan itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2026 yang tercatat sebesar 163,2. Angkanya lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 157,2.
IEH meningkat karena ekspektasi kenaikan harga bahan baku, upah, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Termasuk peningkatan permintaan menjelang periode Ramadan 2026.
Sementara itu, IEH April 2026 tercatat sebesar 161,7, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 172,5. Penurunan terjadi seiring dengan normalisasi permintaan usai HBKN Idulfitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....