IHSG Diperkirakan Naik Kembali, Sentuh Level 8.713,71
- 10 Des 2025 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan naik kembali hari ini, Rabu (10/12/2025). Dalam pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka naik ke level 8.713,71.
Pada Selasa (9/12/2025) kemarin, IHSG ditutup turun 0,61 persen ke level 8.657,17. Meski turun, terjadi aliran masuk modal asing dengan 'net buy' (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp69 miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah WIFI, BUMI, BMRI, TLKM dan UNTR. "Hari ini IHSG diperkirakan rebound (berbalik menguat)," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga:
IHSG Ditutup Melemah, Tertekan Aksi Ambil Untung
BI: Indeks Keyakinan Konsumen di Level Optimis
Bursa global di Amerika Serikat maupun Asia pada Selasa kemarin bergerak beragam. Pelaku pasar masih bersikap 'wait and see', menantikan pengumuman hasil rapat the Fed pada Kamis dinihari besok.
"Investor tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga the Fed yang diperkirakan akan menurunkan biaya pinjaman pekan ini. Sentimen pasar tertekan oleh jadwal rapat bank sentral yang padat pekan ini," ujar Fanny.
Investor, lanjutnya, menunggu kepastian arah suku bunga bank-bank sentral global. Diantaranya keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).
Menurut Fanny, saham-saham small cap (kapitalisasi kecil) cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga. Karena saham small cap biaya pendanaannya lebih terhubung dengan kondisi pasar.
Sementara itu Tim Analis Mirae Asset Sekuritas menyebut peluang pemangkasan suku bunga the Fed mencapai 89 persen. "Namun langkah the Fed 'hawkish cut', yaitu pemangkasan yang lebih terbatas di tahun depan," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Menurutnya, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan Januari menjadi hanya 21 persen. "Pasar akan melihat sinyal melalui dot plot (analisis data) yang akan dirilis juga malam ini," ujar Rully menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....