MMA IMPACT Indonesia 2025 Komit Berdayakan Pemasar Indonesia
- 03 Nov 2025 22:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia dijadwalkan menggelar forum tahunan MMA IMPACT Indonesia 2025, pada Kamis (6/11/2025), di The Grand Ballroom, The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Mengusung tema "Powering Marketing for Growth: Act, Accelerate, and Advance", forum ini mempertemukan para pemimpin industri - mulai dari Chairperson, C-level eksekutif, direktur, Founder, hingga pengambil keputusan dari sektor marketing, periklanan, media, dan bisnis digital.
Gelaran tahun ini menyoroti bagaimana kepemimpinan strategis dapat memperkuat peran marketing dan advertising sebagai mesin pertumbuhan bisnis yang terukur, inovatif, dan berkelanjutan di tengah percepatan ekonomi digital nasional.
Forum ini diisi dengan sesi keynote, fireside chat, dan diskusi strategis yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based), kolaborasi lintas sektor, serta inovasi berkelanjutan dalam memperkuat daya saing bisnis. MMA IMPACT juga mempertegas komitmennya dalam memberdayakan para pemasar Indonesia dengan wawasan, data, dan model pengembangan marketing modern.
Seiring akselerasi transformasi digital, MMA IMPACT Indonesia 2025 menyoroti isu-isu strategis yang akan membentuk lanskap marketing dalam beberapa tahun ke depan. Mulai dari Agentic AI, adopsi big data & analytics untuk pertumbuhan dan ekspansi marketing, social marketing, hingga transformasi organisasi agar lebih gesit dan berorientasi masa depan.
Para pemimpin marketing didorong untuk memikirkan kembali peran kreativitas, strategi, dan teknologi dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Termasuk, bagaimana DEI (Diversity, Equity & Inclusion), brand purpose, ESG, dan keberlanjutan dapat diterjemahkan menjadi hasil bisnis yang nyata.
Niaga-el (e-commerce) Indonesia diprediksi akan terus tumbuh melalui social commerce, omnichannel strategy, dan retail media networks. Pertumbuhan ini diperkuat gaya hidup generasi muda usia 20–30 tahun yang kini mendominasi 88 persen pengguna retail online. Konsumen semakin mencari nilai (value-driven), namun tetap loyal pada brand yang menawarkan kualitas dan personalisasi pengalaman.
Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai yang diperkirakan melampaui USD130 miliar pada 2025. Pertumbuhan pesat ini didukung pengembangan sektor fintech, e-commerce, analitik berbasis AI, hingga cloud adoption - serta kebijakan pemerintah seperti Making Indonesia 4.0 dan Strategi Nasional untuk AI 2020–2045.
Investasi teknologi juga diprediksi menembus USD4,7 miliar pada 2024, seiring meningkatnya aktivitas perusahaan global dan startup lokal di bidang teknologi logistik, pembayaran digital, dan media daring. Infrastruktur digital yang terus dikembangkan diharapkan mampu memperkecil kesenjangan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih merata.
Chairperson MMA Indonesia, Sutanto Hartono, dalam sambutan pembuka menegaskan perlunya kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi hasil di tengah disrupsi teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
"Kepemimpinan di industri kita kini harus lincah dalam menghadapi disrupsi, dan presisi dalam pengambilan keputusan. Evolusi AI - dari creative AI, responsible AI, hingga agentic AI - menuntut pemasar bukan hanya beradaptasi, tetapi memimpin transformasi," kata Sutanto, Senin (3/11/2025).
Ia menekankan pentingnya pemasaran berbasis ROI yang terukur secara real-time, agar perusahaan dapat membangun nilai jangka panjang dan keunggulan kompetitif.
Sementara, Country Head and Board Director MMA Indonesia, Shanti Tolani, memaparkan misi MMA dalam memajukan industri marketing melalui kolaborasi strategis dan inovasi yang terukur. Menurutnya, MMA Indonesia mempertemukan para CEO dan CMO global untuk memajukan masa depan marketing dan bisnis.
"Kami menghadirkan model berbasis bukti yang inovatif dan skalabel untuk mendorong dampak bisnis yang nyata. Bersama, kita membentuk ekosistem marketing dan periklanan yang relevan dan berpengaruh," ujarnya.
MMA IMPACT Indonesia 2025 mengajak para pemasar untuk memperkuat peran marketing sebagai penggerak pertumbuhan bisnis di era AI, data, dan ekonomi kreator. Para pemimpin industri didorong untuk merancang strategi yang tidak sekadar merespons tren, namun memimpin perubahan dan menciptakan keunggulan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....