Menteri Maman: UMKM Penuhi Kebutuhan Ekspor dan Domestik
- 20 Agt 2025 07:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengatakan, UMKM udah terbukti menjadi penggerak sekaligus tulang punggung perekonomian nasional. Pelaku UMKM dapat fokus menyuplai produk untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.
Ia menekankan, hal ini membuat UMKM dapat mengakses pasar seluas 280 juta jiwa. UMKM tidak hanya mengejar pasar luar negeri.
"Peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM menjadi hal yang perlu ditingkatkan. Selain itu hal lainnya yakni pemenuhan kebutuhan domestik," kata Maman lewat keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Maman melanjutkan, banyak pengusaha UMKM menetapkan target untuk bisa memasarkan produknya ke luar negeri. Namun, kebutuhan penduduk Indonesia juga mesti menjadi prioritas yang perlu dipenuhi oleh UMKM.
Kementerian UMKM sedang menindaklanjuti permasalahan produk impor yang membanjiri pasar nasional. Upaya perlindungan ini menjadi fokus utama untuk mengamankan pertumbuhan UMKM.
"Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan agar pengusaha UMKM mampu berperan lebih besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. UMKM harus mampu masuk ke ekosistem ritel modern dan platform digital untuk memperluas pasar dan menjamin usahanya," ujarnya.
Hal tersebut bisa terpenuhi jika produk yang dihasilkan inovatif dan sesuai standar pasar. Para pengusaha UMKM juga harus memiliki literasi bisnis, penguasaan teknologi, dan manajemen usaha yang baik.
Maman menambahkan, para pengusaha UMKM harus bisa mendapatkan sarana akses permodalan dan penjaminan kredit. Pemerintah telah mendukung hal itu dengan menyalurkan sebanyak Rp132,7 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Penyaluran KUR kini sudah diberikan kepada lebih dari 2,29 juta debitur hingga semester pertama tahun 2025. "Selain itu juga pemberian legalitas usaha juga menjadi hal yang perlu diperhatikan," ucapnya.
Kementerian UMKM hingga Juni 2025 telah membantu penerbitan 1,44 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), 2,34 juta sertifikat halal. Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Bina UMK dan SNI untuk jutaan pengusaha UMKM juga diberikan.
"Percepatan pemberian sertifikasi perizinan kepada UMKM itu tujuannya untuk meningkatkan daya saing. Agar UMKM bisa tumbuh dan bisa berkompetisi dengan produk dari luar," kata Maman.
Ia menambahkan, keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut menumbuhkan bisnis para pengusaha UMKM. "Sebab, UMKM di seluruh Indonesia banyak yang terlibat sebagai pemasok kebutuhan ribuan dapur umum MBG," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....