GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Pengemudi hingga Pengusaha
- 11 Agt 2026 20:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- GrabAcademy menjadi wadah mitra Grab untuk naik kelas melalui pelatihan, pendidikan, pengembangan usaha, dan peluang sumber pendapatan baru.
- Sejak 2018, 1,15 juta mitra pengemudi telah mengakses GrabAcademy, dengan lebih dari 204 ribu mitra menyelesaikan seluruh modul.
- Ke depan, Grab akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas UMKM, dan mitra strategis untuk memperluas manfaat GrabAcademy.
RRI.CO.ID, Jakarta - Grab Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan kapasitas dan kemandirian ekonomi para mitra melalui GrabAcademy. Program tersebut menjadi wadah bagi mitra untuk meningkatkan keterampilan, mencoba peluang baru, hingga mengembangkan sumber pendapatan sesuai aspirasi masing-masing.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan setiap mitra memiliki mimpi dan tujuan yang berbeda. Karena itu, GrabAcademy dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi mitra agar dapat berkembang, baik dari sisi keterampilan, pendidikan maupun kewirausahaan.
"GrabAcademy itu untuk semua mitra-mitra yang ingin naik kelas. Mereka semua punya opsi, mereka mau menjadi apa," kata Neneng pada acara peluncuran GrabAcademy di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Neneng, perjalanan GrabAcademy bukan baru dimulai saat ini karena sejak 2018 program tersebut telah dimanfaatkan para mitra sebagai sarana pelatihan. Hingga kini, sebanyak 1,15 juta mitra pengemudi telah mengakses GrabAcademy, dengan lebih dari 204 ribu mitra menyelesaikan seluruh modul.
Ia menjelaskan, pengembangan mitra dilakukan melalui berbagai jalur. Salah satunya memberikan kesempatan kepada mitra GrabBike yang ingin beralih menjadi mitra GrabCar. Pada 2026, tercatat 6.598 mitra telah mengikuti jalur tersebut.
Selain itu, hampir 20 ribu mitra telah berkembang menjadi mitra pengusaha. Grab juga memberikan kesempatan bagi mitra dan anak mitra untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa hasil kolaborasi dengan BenihBaik dan Universitas Terbuka.
"Yang sudah mendapat beasiswa, baik mitra maupun anaknya, dengan kerja sama dengan BenihBaik dan Universitas Terbuka, itu sudah lebih dari 4.700," katanya.
Dorong Mitra Masuk Dunia Kreator
Neneng juga menyoroti perkembangan mitra di bidang ekonomi kreatif dan digital. Menurutnya, semakin banyak mitra yang memanfaatkan media sosial untuk berbagi pengalaman dan cerita.
Hingga kini, sebanyak 14.271 mitra telah menyelesaikan modul kreator, sementara lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang tersebut. "Ini sekarang kekinian banget, mitra-mitra senang banget saya lihat di Instagram, di TikTok," ujar Neneng.
GrabAcademy juga membuka jalur bagi mitra yang ingin berkontribusi sebagai instruktur bagi sesama mitra. Tercatat lebih dari 1.100 mitra berminat menjadi instruktur pelatihan, dengan sekitar 183 mitra telah menyelesaikan modul.
Tidak hanya mitra pengemudi, pengembangan kapasitas juga diarahkan kepada mitra merchant. Sebanyak 1.200 mitra merchant telah mengikuti pelatihan tatap muka yang digelar di Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta.
Sementara untuk pembelajaran daring, Grab Academy telah menjangkau sekitar 14 ribu mitra merchant melalui 10 kelas yang diselenggarakan setiap pekan.
Buka Lebih Banyak Pilihan
Neneng menegaskan, makna "naik kelas" bagi Grab tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan. Namun,juga membuka lebih banyak pilihan bagi mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan berkembang sesuai dengan aspirasi masing-masing.
"Bagi kami tentunya naik kelas itu berarti membuka lebih banyak pilihan bagi mitra untuk belajar, mencoba hal baru, terus berkembang, dan tentunya memiliki sumber penghasilan yang sesuai dengan aspirasi masing-masing mitra kami," katanya.
Semangat tersebut, lanjut Neneng, sejalan dengan arahan pemerintah mengenai pengakuan dan pemberdayaan mitra pengemudi sebagai pengusaha mikro transportasi online. Grab menyambut positif kebijakan tersebut karena dinilai dapat memperluas akses mitra terhadap peluang pengembangan kapasitas, penguatan usaha, dan peningkatan kesejahteraan.
Neneng mengatakan GrabAcademy menjadi salah satu wujud nyata komitmen Grab untuk Indonesia. Grab juga menyatakan telah menyiapkan investasi lebih dari Rp100 miliar pada 2026 untuk pengembangan dan keamanan para mitra.
Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan pada hakikatnya setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia. Termasuk, profesi sebagai Mitra Pengemudi.
Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan Mitra Pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat 'naik kelas' tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani. Melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing.
Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha. Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu.
"Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik," ujar Maman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....