Menteri Perdagangan: Harga Bahan Pokok Terpantau Masih Stabil

  • 15 Mar 2025 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Harga barang kebutuhan pokok (bapok) terpantau masih stabil hingga pekan kedua bulan Ramadan. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, akan terus memantau langsung ke pasar-pasar untuk memastikan pasokan tersedia dan harga terjangkau.

“Kita lihat tadi bareng-bareng harga relatif stabil. Telur harganya 28 ribu dibawah harga acuan 30 ribu, harga MinyaKita 16 ribu harga acuannya 15.700, beras 12 ribu di bawah harga acuan 12.500,” kata Mendag usai melakukan pemantauan di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (15/3/2025).

Baca Juga:

Masyarakat Sudah Bisa Gunakan QRIS TAP untuk Bertransaksi

Pelaku Pasar Harap BI Segera Turunkan Suku Bunga

Pemerintah Ubah Skema Penyaluran Tunjangan untuk Guru

Mendag juga menyebut harga daging ayam yang jauh di bawah harga acuan. Di Pasar Ciracas, harga daging ayam per ekor Rp26.000, harga acuannya Rp40.000.

“Ini mau Lebaran harganya masih bagus, karena pasokannya juga bagus. Harga daging sapi juga masih sesuai harga acuan 140 ribu per kg, jadi harganya masih normal,” ucap Mendag.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar secara rutin. Untuk mengetahui pasokan dan harga-harga di seluruh Indonesia.

“Kami meminta para supplier untuk melakukan pengiriman barang agar pasokan terjamin. Sehingga masyarakat bisa membeli bapok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Mendag juga mengatakan, tidak menemukan lagi MinyaKita yang isinya kurang atau tidak sesuai dengan ukuran kemasan. Dia menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika masih ditemukan MinyaKita yang isinya tidak sesuai dengan yang seharunya.

Sementara Rustiti, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Ciracas, berharap pemerintah menjaga stabilitas harga. Utamanya untuk lima komoditas yang menurutnya, harganya selalu naik jelang Idulfitri.

“Harapan ibu-ibu maunya harga-harga lebih murah. Yang pokok itu ya, beras, kelapa, telur, minyak goreng dan daging,” kata Rustiti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....