LNSW Kemenkeu Capai Target Waktu Bongkar Muat Singkat
- 06 Des 2024 12:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)!berhasil mencapai target dwelling time 2,9 hari di tahun 2024. Sepanjang Januari-Oktober 2024, capaian dwelling time sudah 2,85 hari secara nasional.
“Secara internasional target 2,9 hari menurut saya sudah luar biasa dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Kita menghitungnya di pelabuhan-pelabuhan besar, dan berkoordinasi dengan lebih dari 18 kementerian dan lembaga,” kata Kepala LNSW, Oza Olavia dalam media briefing 'APBN Dorong Implementasi NLE Guna Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi' di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Baca Juga :
Cadangan Devisa Menurun karena Pembayaran Utang Luar Negeri
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat 15.842/Dolar AS
Sentimen Pasar Membaik, IHSG Kembali ke Level 7.382
Menurut Oza, capaian Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara Singapura misalnya. “Singapura prosesnya bisa cepat, karena hanya sebagai tempat transit, kapalny berhenti sebesar, kemudian jalan,” ucap Oza.
Dwelling time merupakan proses bongkar muat barang di pelabuhan, sejak sebelum kapal datang sampai kontainer barangnya keluar pelabuhan. Proses dwelling time sejak awal berdirinya LNSW tahun 2018 sudah semakin singkat.
“Tahun 2019, angka dwelling time nasional masih 3,16 hari, sekarang terus membaik. Di tahun 2023, bahkan rata-rata capaian dwelling time nasional 2,62 hari,” ujar Oza.
Peran dwelling time penting mengingat durasi bongkar muat kontainer yang terlalu lama, berpotensi menambah biaya logistik. Biaya logistik tinggi dapat mendisrupsi perekonomian melalui sektor industri karena terganggu pasokan bahan baku atau bahan penolongnya.
LNSW, tambah Oza, berupaya terus mempersingkat dwelling time, karena proses bongkar muat melibatkan banyak pihak. Sehingga bagaimana targetnya di tahun depan, harus benar-benar dihitung dengan cermat.
“Kita selalu bicara bagaimana bisa mengurangi waktu, tapi kita ingin biayanya juga enggak nambah. Kita akan hitung dulu,” ujar Oza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....