OJK Terbuka Lakukan Evaluasi Kinerja Bursa Karbon

  • 02 Nov 2024 05:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Labuan Bajo : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terbuka jika ada evaluasi terhadap kinerja Bursa Karbon. Sementara Bursa Efek Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengembangkan Bursa Karbon.

"Kami menyambut baik kalau ada evaluasi. Sepemahaman saya, tentunya evaluasi itu tidak hanya bursa karbon, tapi seluruh ekosistem yang melingkupinya," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, Inarno Djajadi di sela-sela kegiatan Capital Market Journalist Workshop di Labuan Bajo pada 31 Oktober-2 November 2014.

Ekosistem Bursa karbon, menurut Inarno, mencakup pajak karbon, ketentuan batas atas, yang semuanya harus didiskusikan bersama. "Yang perlu diketahui, dari keseluruhan ekosistem, bursa karbon adalah secondary-nya," ujarnya.

Baca Juga :

Data Inflasi Membuat Rupiah Tertekan di Akhir Pekan

Penutupan Akhir Pekan, IHSG Anjlok ke Level 7.505

Primary-nya adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta lembaga terkait lainnya, yang menurut Inarno juga harus didorong. "Kalau sekarang ada yang Bursa Karbon masih 'cetek', harus disadari Bursa Karbon itu baru setahun berdiri," ujar Inarno.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut soal Bursa Karbon. Menurutnya, perlu percepatan pengembangan perdagangan karbon di Indonesia, untuk itu dia akan mengevaluasi agar perdagangan karbon lebih berkembang.

Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan, BEI tetap berupaya meningkatkan kinerja Bursa Karbon.Sejak dibuka tahun 2023, jumlah transaksi di Bursa Karbon sudah mencapai satu juta ton CO2 ekuivalen.

"Kita berharap bursa karbon tetap menggeliat, meski masih menghadapi banyak tantangan. Salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sekarang dipecah menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementeri Kehutanan," ujar Iman.

Dia menegaskan optimismenya kinerja Bursa Karbon Indonesia akan meningkat seiring semakin tingginya kesadaran dekarbonisasj baik individu maupun perusahaan. Iman menyebutkan maskapai penerbangan Pelita Air sebagai contohnya.

"Pelita Air bisa membuktikan perjalanan udaranya bisa net zero. Jadi korporasi juga sudah mulai aware dekarbonisasi dan ini akan berdampak pada target emisi ke depannya," ujar Iman.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....