Data Inflasi Membuat Rupiah Tertekan di Akhir Pekan
- 01 Nov 2024 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,22 persen atau 34 poin ke posisi Rp15.732 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mencermati data inflasi dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan perekonomian Indonesia secara bulanan mengalami inflasi pada Oktober 2023 sebesar 0,08 persen.
"Inflasi di Oktober mengakhiri tren deflasi lima bulan beruntun. Sementara secara tahunan, laju inflasi tercatat sebesar 1,71 persen," kata Ibrahim, Jumat (1/11/2024).
Menurut Ibrahim, inflasi bulanan pada Oktober 2024 sesuai dengan konsensus para ekonom yang dihimpun Bloomberg. Sekitar 31 ekonom meyakini akan terjadi inflasi di Oktober dengan titik tengah proyeksi sebesar 1,66 persen.
Sementara, pengaruh eksternal didominasi oleh data terbaru perekonomian Amerika Serikat. Salah satunya indeks belanja konsumen AS yang meningkat dari perkiraan.
"The Fed kemungkinan akan melanjutkan pemotongan biaya pinjaman jangka pendek sebesar seperempat poin persentase minggu depan. Pelaku pasar bertaruh, peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan sebesar 97 persen," ujar Ibrahim.
Konflik Timur Tengah, tambahnya, masih meruncing, setelah intelijen Israel mengisyaratkan Iran tengah bersiap menyerang Israel dari wilayah Irak. Israel menyebut serangan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, mungkin sebelum pemilihan presiden AS pada 5 November 2024.
Di Tiongkok, aktivitas manufaktur kembali tumbuh pada Oktober, untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Survei menunjukkan langkah stimulus yang dilakukan pemerintah Tiongkok setidaknya memberikan dampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....