Penutupan Akhir Pekan, IHSG Anjlok ke Level 7.505

  • 01 Nov 2024 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir lagi ke zona merah di akhir pekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini ditutup turun tajam 0,91 persen (68 poin) ke level 7.505.

IHSG naik saat pembukaan perdagangan, tapi terus turun hingga penutupan dan menyentuh level terendah 7.485. Hari ini sebanyak 435 saham yang harganya turun, 304 saham harganya stagnan, hanya 202 saham yang harganya naik.

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 19,71 lembar saham dengan frekuensi perdagangan 1,1 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp11 triliun dan nilai kapitalisasi pasar menjadi sebesar Rp12.601 triliun.

Hari ini saham sektor teknologi naik paling kuat (0,01 persen). Sedangkan saham sektor kesehatan turun paling dalam (-2,65 persen).

Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia Research menyebutkan, IHSG melemah bersamaan dengan turunnya mayoritas indeks saham di Asia. Pelaku pasar sedang menunggu data ketenagakerjaan AS, yakni data penggajian pekerja non-pertanian.

"Karena data itu akan membantu memperjelas arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Selain itu para investor juga sedang mencerna rilis data PMI manufaktur dari berbagai negara di Asia," kata Tim Analis Phillip Sekuritas.

Aktivitas sektor manufaktur Asia mengalami stagnasi pada Oktober. Pemulihan aktivitas manufaktur di Tiongkok ternyata tidak cukup untuk mendongkrak kinerja pabrik-pabrik di kawasan Asia.

Aktivitas pabrik di Jepang dan Korea Selatan menyusut akibat lemahnya permintaan domestik. Pertumbuhan di AS, Eropa dan Tiongkok juga melambat ditambah potensi meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok.

"Laporan terkini IMF menyebutkan, risiko terhadap ekonomi Asia telah meningkat akibat meluasnya ketegangan perdagangan. Kemerosotan sektor properti Tiongkok, dan potensi gejolak pasar global lebih lanjut juga memicu risiko perekonomian Asia,'' ujar Tim Phillip Sekuritas Indonesia Research.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....