Langkah Praktis Penanganan Pascapanen Tomat untuk Petani Lokal
- 30 Sep 2026 18:52 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Proses pembusukan buah tomat setelah panen dapat dihambat dengan pengaturan suhu ruangan penyimpanan yang tepat. Penurunan suhu udara mampu memperlambat laju respirasi dan pematangan buah secara signifikan selama masa simpan.
Penggunaan ruang pendingin berbasis sistem evaporasi menjadi pilihan terjangkau bagi kelompok petani di daerah. Metode pendinginan alami ini dapat menjaga kelembapan udara ruangan tetap tinggi sehingga buah tidak cepat layu.
Pengujian kekerasan, kadar gula, dan susut bobot buah tomat dilakukan secara berkala selama periode penyimpanan. Evaluasi parameter fisik ini bertujuan menentukan kisaran suhu terbaik untuk mempertahankan kesegaran tomat.
Data mengenai pengaruh suhu penyimpanan terhadap kesegaran tomat dipublikasikan oleh Maya Utami dalam penelitian ilmiah berjudul Studi Laju Respirasi Dan Daya Simpan Buah Tomat Pada Variasi Suhu yang terbit pada tahun 2019. Peneliti mencatat bahwa penyimpanan pada suhu 12 derajat Celsius dapat memperpanjang masa simpan tomat hingga tiga minggu.
Selain kontrol suhu, penggunaan kemasan plastik berpori juga membantu menjaga keseimbangan gas O2 dan CO2 di sekitar buah. Kemasan yang tepat mencegah pengembunan air berlebih yang memicu infeksi jamur pembusuk.
Kajian mengenai pengaruh jenis kemasan fleksibel ini dijelaskan oleh Dian Pertiwi dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Kemasan Plastik Berpori Terhadap Mutu Tomat Selama Penyimpanan yang terbit pada tahun 2021. Hasil eksperimen menyimpulkan bahwa kemasan berpori efektif menekan susut bobot buah tomat di bawah 5%.
Penerapan teknologi penanganan pascapanen yang tepat membantu mencegah kerugian ekonomi petani akibat kerusakan buah yang cepat. Efisiensi rantai pasok buah segar akan meningkatkan daya saing produk hortikultura lokal di pasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....