Langkah Praktis Ekstraksi Minyak Nabati dengan Teknologi Ultrasonik

  • 30 Sep 2026 18:53 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Penerapan teknologi bantuan ultrasonik pada proses ekstraksi minyak nabati dapat mempercepat pelepasan minyak dari jaringan sel bahan. Gelombang tinggi ini menciptakan efek kavitasi yang memecahkan dinding sel tanaman secara lebih efisien.

Metode ekstraksi ultrasonik membutuhkan waktu operasional yang jauh lebih singkat dibanding metode perendaman konvensional. Selain menghemat waktu, penggunaan suhu yang rendah menjaga kandungan nutrisi minyak tidak mudah rusak.

Pengujian volume rendemen dan tingkat kejernihan minyak hasil ekstraksi dilakukan untuk menilai efisiensi proses alat. Pemantauan parameter daya ultrasonik sangat penting agar tidak terjadi kelebihan panas akibat paparan energi gelombang.

Hasil pemanfaatan gelombang ultrasonik pada ekstraksi biji-bijian dipublikasikan oleh Asep Saifuddin dalam jurnal ilmiah berjudul Ekstraksi Biji Bunga Matahari Menggunakan Bantuan Gelombang Ultrasonik yang terbit pada tahun 2020. Peneliti melaporkan bahwa penggunaan metode ini berhasil meningkatkan rendemen minyak hingga 22%.

Selain daya alat, rasio antara pelarut dan bahan baku juga memengaruhi laju kelarutan minyak selama proses ekstraksi. Jumlah pelarut yang seimbang menjamin seluruh partikel minyak dapat terikat secara sempurna di dalam campuran.

Kajian mengenai rasio pelarut optimum ini diteliti oleh Dwi Cahyono dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Rasio Pelarut Terhadap Efisiensi Ekstraksi Ultrasonik yang terbit pada tahun 2022. Penelitian menyimpulkan bahwa rasio pelarut satu banding sepuluh menghasilkan ekstraksi minyak yang paling bersih.

Penerapan teknologi ekstraksi ultrasonik memberikan prospek cerah bagi modernisasi industri pengolahan minyak atsiri dan nabati. Efisiensi penggunaan energi menjadikan metode ini sangat ideal untuk diterapkan dalam skala industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....