BPBD Ingatkan Masyarakat Kecamatan Tetap Melarang Anak Mandi di Sungai Manjau
- 27 Mei 2026 16:08 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan – Musibah yang menimpa dua warga Desa Sukaraja, Kecamatan Tetap, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Peristiwa tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur untuk meningkatkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
Kepala BPBD Kaur, Muljunias, mengingatkan seluruh warga agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya di sekitar aliran sungai. Imbauan ini difokuskan kepada masyarakat di Kecamatan Tetap yang saat ini masih terdampak proses normalisasi sungai.
"Kami menyapaikan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain atau mandi di sungai. Kondisi sungai yang belum stabil dinilai sangat berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak,"ucapnya.
Menurutnya, aktivitas normalisasi sungai menyebabkan perubahan kondisi alam yang cukup signifikan. Arus air menjadi tidak menentu, kedalaman berubah secara tiba-tiba, serta adanya alat berat yang beroperasi di sekitar lokasi.
Situasi tersebut dinilai sangat berisiko dan dapat memicu kecelakaan jika tidak diwaspadai dengan baik. Terlebih lagi, anak-anak yang belum memahami kondisi lapangan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya tersebut.
“Untuk sementara waktu, kami minta orang tua benar-benar mengawasi anak-anaknya dan tidak mengizinkan mereka mandi atau bermain di sungai. Kita berharap imbauan ini dapat dipatuhi demi mencegah terjadinya korban jiwa kembali,"ujarnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lain di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Partisipasi aktif warga dalam menjaga keselamatan diri dan keluarga sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kita berharap kesadaran bersama masyarakat dapat terus ditingkatkan dalam menghadapi situasi ini. Dengan demikian, lingkungan tetap aman dan proses normalisasi sungai dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan risiko tambahan,"tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....