Diversifikasi: Strategi Jaga Aset Tetap Aman dan Cuan

  • 29 Jan 2026 22:02 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Dalam dunia investasi, ada pepatah terkenal: "Don't put all your eggs in one basket" (Jangan taruh semua telurmu dalam satu keranjang). Jika keranjang itu jatuh, semua telur pecah. Begitu juga dengan saham.

1. Apa itu Diversifikasi?

Diversifikasi adalah teknik membagi modal Anda ke beberapa saham atau sektor yang berbeda. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko; jika salah satu saham turun, portofolio Anda masih tertolong oleh saham lain yang naik atau stabil.

2. Cara Diversifikasi untuk Modal Kecil

Anda tidak perlu memiliki 20 saham sekaligus. Untuk pemula, memiliki 3 hingga 5 saham sudah cukup ideal. Contoh pembagian sektornya:

• Perbankan (Keamanan): Sebagai fondasi utama (misal: BBCA atau BBRI).

• Konsumsi (Stabilitas): Tetap laku meski ekonomi sulit (misal: ICBP atau MYOR).

• Telekomunikasi (Pertumbuhan): Kebutuhan data internet terus naik (misal: TLKM).

3. Diversifikasi Waktu (Cicil Bertahap)

Selain membagi sektor, bagi juga waktu pembelian Anda. Jangan habiskan seluruh modal dalam satu hari. Dengan membeli secara bertahap setiap bulan, Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih aman dari fluktuasi pasar yang mendadak.

4. Over-Diversification

Hati-hati, jangan terlalu banyak memiliki saham (misal 15-20 jenis) dengan modal kecil. Hal ini justru akan membuat keuntungan Anda tidak terasa karena terpotong biaya transaksi dan sulit dipantau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....