"Kelicuk:" Kudapan Manis Legendaris Khas Suku Kaur

  • 28 Jan 2026 12:18 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - "Kelicuk" adalah permata kuliner tradisional dari Bintuhan, Kabupaten Kaur, yang selalu hadir dalam setiap momen kekeluargaan. Kue ini bukan sekadar camilan, melainkan simbol kehangatan dalam acara adat seperti musyawarah Pekat.

1. Perpaduan Ketan dan Pisang

Kunci kelezatan Kelicuk terletak pada kesederhanaan bahan bakunya. Terbuat dari campuran beras ketan berkualitas dan pisang masak pohon yang telah dilumatkan, kue ini menawarkan perpaduan tekstur yang unik: legitnya ketan bersatu dengan kelembutan pisang yang manis alami.

2. Proses Pembuatan Tradisional

• Pencampuran: Beras ketan yang telah direndam dicampur dengan lumatan pisang dan parutan kelapa muda untuk menambah rasa gurih.

• Pembungkusan: Adonan dibungkus menggunakan daun pisang yang telah dilayukan, memberikan aroma wangi yang khas saat proses pematangan.

• Pengukusan: Kelicuk dikukus selama kurang lebih satu jam hingga aroma harumnya menyerbak, menandakan ketan telah matang sempurna.

3. Makna dalam Tradisi

Bagi masyarakat Kaur, Kelicuk adalah hidangan penyambung lidah saat berdiskusi. Sifatnya yang praktis dan tahan lama menjadikannya pilihan utama tim Tuo Juada sebagai hidangan pendamping kopi atau buah tangan bagi sanak saudara setelah membantu hajatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....