Lemea, Warisan Kuliner Suku Rejang dari Fermentasi Bambu Muda dan Ikan Segar
- 27 Agt 2026 14:12 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Makanan fermentasi merupakan makanan yang diolah melalui proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, atau jamur. Proses alami tersebut mengubah kandungan gula atau pati menjadi asam, gas, atau alkohol sehingga makanan menjadi lebih awet, memiliki cita rasa khas, dan dapat mengandung mikroorganisme yang bermanfaat.
Makanan fermentasi tradisional umumnya memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan oleh masyarakat setempat. Beberapa di antaranya adalah growol dan gatot dari Yogyakarta, tempoyak dari Sumatra, serta bekasam dan wadi dari Kalimantan.
Di Provinsi Bengkulu, khususnya masyarakat Suku Rejang, dikenal makanan hasil fermentasi yang unik dan berbahan dasar rebung, yakni lemea. Lemea merupakan makanan tradisional khas Suku Rejang yang banyak dikenal di Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong, Provinsi Bengkulu, dengan bahan utama berupa cincangan rebung atau bambu muda yang difermentasi bersama ikan air tawar.
Lemea sering kita temukan dihidangkan pada pesta hajatan suksu rejang, serta kerap hadir di meja makan pribadi orang suku Rejang. Selaian itu lemea sering dijumpai disajikan di warung makan.
Ermi, Salah seorang pemilik warung nasi di Desa Rimbo pengadang Kakbupaten Lebong, kerap menyediakan lemea sebagai menu pelengkap di Warungnya. Menurut Ermi, proses pembuatan lemea cukup mudah, dan bisa dicoba dipraktikkan di rumah.
“ Cara membuatnya mudah, Rebung bambu muda dicincang halus kemudian dicampur dengan ikan air tawar berukuran kecil, seperti ikan sepat atau mujair. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup yang diberi air dan didiamkan selama tiga hari hingga satu minggu hingga proses fermentasi berlangsung,” tutur Ermi
“Hasil fermentasi menghasilkan aroma yang cukup menyengat serta tekstur yang khas. Lemea memiliki rasa dominan asam yang kuat, berpadu dengan rasa gurih , cobalah nikmati lemea masakan ibu ini, enak kan?,” katanya.
Dalam penyajiannya, lemea biasanya dimasak menjadi sambal atau ditumis dengan tambahan cabai dan ikan segar. Hidangan tersebut umumnya disajikan dalam keadaan hangat bersama nasi putih dan lalapan sebagai lauk pendamping.
Lemea memiliki cita rasa yang unik karena memadukan rasa asam dari rebung hasil fermentasi, pedas dari cabai, serta gurih dari bumbu yang digunakan. Perpaduan rasa tersebut membuat lemea menjadi salah satu hidangan khas yang memiliki karakter kuat dan berbeda dari makanan tradisional lainnya.
Selain cita rasanya yang khas, lemea juga dikenal memiliki potensi manfaat bagi kesehatan karena rebung mengandung serat dan sejumlah nutrisi. Sementara itu, proses fermentasi dapat menghasilkan mikroorganisme yang berpotensi mendukung kesehatan pencernaan, meskipun manfaatnya tetap bergantung pada proses pengolahan dan kondisi fermentasi.
Lemea bukan sekadar hidangan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan kuliner yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Rejang dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. Jika berkunjung ke wilayah Rejang Lebong atau Lebong, lemea patut dicoba sebagai salah satu hidangan khas yang menawarkan cita rasa unik dan menggugah selera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....