Burayot: Jajanan Manis yang Unik dan Menggantung
- 14 Mei 2026 23:40 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kabupaten Garut tidak hanya terkenal dengan dodolnya yang legit, tetapi juga memiliki kuliner tradisional lain bernama burayot. Jajanan pasar legendaris ini selalu berhasil memikat lidah wisatawan berkat cita rasanya yang manis dan penampilannya yang unik.
Nama kuliner ini diambil dari bahasa Sunda, yaitu "ngaburayot" yang memiliki arti bergelantungan atau menggantung. Sebutan tersebut disematkan karena bentuk fisik kue ini terlihat menggelayut dengan bagian bawah yang lebih tebal dan menggembung.
Bahan utama untuk membuat burayot tergolong sangat sederhana karena hanya mengandalkan campuran tepung beras berkualitas dan gula aren alami. Penggunaan gula aren pilihan inilah yang memberikan warna kecokelatan alami sekaligus aroma wangi khas yang begitu menggugah selera.
Proses penggorengan jajanan ini membutuhkan keahlian tangan yang khusus agar adonannya bisa mengembang sempurna di dalam minyak panas. Ketika matang, bagian tengah adonan harus segera diangkat menggunakan bilah bambu kecil sehingga tercipta bentuk keriput yang menggantung.
| Baca juga: Mencicipi Kelezatan Lontong Sayur Nusantara |
Saat dinikmati dalam kondisi hangat, burayot menyuguhkan perpaduan tekstur renyah di luar dan sangat lembut di bagian dalamnya. Rasa manis gurih yang dihasilkan membuatnya menjadi teman yang sangat cocok untuk disandingkan bersama secangkir kopi hitam tanpa gula atau teh hangat.
Wisatawan dapat dengan mudah menemukan pedagang burayot di sekitar pusat pariwisata Candi Cangkuang maupun di wilayah Leles, Kadungora, dan Wanaraja. Selain menjadi oleh-oleh favorit, kue tradisional ini juga sering disajikan oleh masyarakat Garut sebagai hidangan khas menjelang Hari Raya Idulfitri.
Meskipun termasuk kuliner warisan leluhur, kini burayot mulai berinovasi dengan menghadirkan varian rasa modern seperti keju, cokelat, jahe, hingga wijen. Pelestarian jajanan pasar ini terus digaungkan oleh para perajin lokal agar eksistensinya tidak tergerus oleh maraknya camilan modern di era sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....