Sambal Tempoyak, Kuliner Legendaris Sumatera Selatan

  • 31 Mar 2026 18:38 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Mengenai kuliner tradisional sering kali menyoroti bagaimana warisan budaya ini tetap eksis dan bahkan mulai merambah pasar internasional. Sambal Tempoyak, kuliner legendaris berbahan dasar durian fermentasi, terus mengukuhkan posisinya sebagai ikon gastronomi Nusantara yang tak lekang oleh waktu.

Olahan yang merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Palembang ini kini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal di Sumatra, tetapi juga mulai diminati oleh konsumen di mancanegara.

Perpaduan Unik Rasa Asam dan Pedas

Keunikan utama sambal tempoyak terletak pada bahan dasarnya, yaitu daging durian matang yang difermentasi dengan garam selama kurang lebih tiga hari. Proses ini menghasilkan cita rasa asam yang khas dan aroma durian yang tajam namun menggoda.

Dalam penyajiannya, tempoyak biasanya ditumis bersama bumbu halus yang terdiri dari, Cabai merah dan cabai rawit, Bawang merah dan bawang putih, Kunyit dan serai sebagai penambah aroma.

Sementara Bahan Pelengkapnya sering kali ditambahkan udang segar, ikan teri, atau petai untuk memperkaya tekstur dan rasa. Saat ini usaha sambal tempoyak ini sudah dijadikan Peluang Bisnis dan Ekspansi Pasar. Karena usaha kuliner ini sering kali mendapatkan banyak permintaan dari masyarakat.

Popularitasnya yang terus meningkat juga didorong oleh kemudahan akses melalui platform e-commerce, di mana bahan baku tempoyak dijual mulai dari Rp32.000 per kilogram.

Sambal Tempoyak, selain rasanya yang nikmat, sambal tempoyak mengandung probiotik alami (bakteri asam laktat) hasil fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Namun, para ahli kesehatan menyarankan agar penderita asam lambung berhati-hati dalam mengonsumsinya karena sifat asam dan pedasnya yang kuat dapat memicu iritasi lambung.

Dengan ketahanan simpan mencapai satu tahun jika disimpan di suhu dingin, sambal tempoyak kini dipandang sebagai potensi ekspor yang menjanjikan untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia ke kancah global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....