Bahaya Kebiasaan Begadang bagi Kesehatan Fisik dan Mental
- 25 Agt 2026 10:27 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan begadang atau sering melewatkan waktu tidur malam kini menjadi fenomena umum yang berbahaya bagi kesehatan fisik maupun mental. Meskipun terlihat sepele, kurang tidur secara kronis dapat memicu berbagai gangguan fungsi organ tubuh secara bertahap.
Ketika seseorang begadang, proses pemulihan alami sel-sel tubuh dan jaringan otak menjadi terganggu secara signifikan. Dampak negatif ini langsung merusak konsentrasi harian serta meningkatkan risiko serangan penyakit berbahaya dalam jangka panjang.
| Baca juga: Nyeri Haid, Apakah Berbahaya? |
Penurunan Fungsi Otak dan Gangguan Kesehatan Mental
Efek langsung dari kebiasaan begadang adalah penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat serta fokus berpikir. Otak yang tidak mendapatkan istirahat cukup akan kesulitan memproses informasi baru dan memperlambat waktu respons tubuh.
Selain mengganggu performa kerja, kurang tidur juga merusak keseimbangan hormon yang mengatur suasana hati seseorang. Kebiasaan buruk ini dalam jangka panjang dapat memicu timbulnya gangguan mental seperti stres berat, kecemasan, hingga depresi.
Ancaman Penyakit Jantung dan Pelemahan Sistem Imun
Begadang secara rutin berpotensi meningkatkan tekanan darah serta memicu peradangan pada sistem pembuluh darah. Kondisi ini memperbesar risiko terjadinya gangguan kardiovaskular yang fatal seperti serangan jantung dan penyakit strok.
Kurangnya waktu istirahat juga membuat sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan fungsi secara drastis. Tubuh yang kurang tidur menjadi lebih mudah terserang infeksi virus, bakteri, serta berbagai penyakit menular harian.
Kebiasaan sering terjaga hingga larut malam turut mengacaukan metabolisme tubuh serta merusak hormon pengendali nafsu makan. Dampak metabolik ini mempertinggi risiko peningkatan berat badan berlebih atau obesitas serta memicu datangnya penyakit diabetes.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan sangat merekomendasikan setiap orang dewasa untuk tidur secara teratur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Laporan berita ini disusun berdasarkan rujukan publikasi ilmiah dari World Health Organization (WHO), CDC, serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....