Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan, Pemprov Bengkulu dan Korem 041/Gamas Antisipasi An

  • 09 Apr 2026 23:22 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Korem 041/Garuda Emas (Gamas) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam megathrust. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Latihan Kesiapsiagaan Nasional Bencana Alam Megathrust Kogabwilhan I Tahun 2026 yang digelar di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang hadir bersama Komandan Korem 041/Gamas, Jatmiko Aryanto. Dalam sambutannya, Mian menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI menjadi kunci utama. Bengkulu harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, mengingat wilayah ini berada di kawasan rawan bencana,” ujar Mian.

Ia menjelaskan, posisi Bengkulu yang berada di jalur Cincin Api Pasifik menjadikannya rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Kawasan ini dikenal sebagai pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif yang sering memicu bencana geologi, termasuk gempa besar dan tsunami.

Secara geografis, Provinsi Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatra dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya gempa megathrust, yakni gempa besar akibat pergeseran lempeng di zona subduksi yang dapat memicu gelombang tsunami.

Sementara itu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan yang telah dirancang secara nasional. Fokus utamanya adalah menyelaraskan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah dan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Bengkulu, tetapi juga di beberapa provinsi lain seperti Lampung dan Sumatera Barat. Tujuannya untuk memastikan koordinasi berjalan optimal sehingga respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana megathrust semakin meningkat, sekaligus memperkuat sistem mitigasi dan penanganan darurat di wilayah rawan bencana seperti Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....