Lima Lomba Unik HUT RI dari Berbagai Daerah, Sarat Budaya dan Tradisi
- 10 Agt 2026 15:16 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus selalu diwarnai berbagai perlombaan yang meriah. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, sejumlah lomba tradisional juga menjadi sarana pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Di berbagai daerah, perlombaan yang digelar tidak hanya berupa balap karung, makan kerupuk, atau panjat pinang. Beberapa wilayah memiliki lomba khas yang mencerminkan identitas budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat setempat.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan tradisi dan budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu dijaga bersama. Menurutnya, berbagai kegiatan budaya yang masih dilestarikan masyarakat menunjukkan kekayaan warisan Nusantara yang menjadi kekuatan Indonesia.
"Tradisi dan budaya lokal merupakan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Fadli Zon dalam berbagai kesempatan mengenai pelestarian budaya Indonesia.
Berikut lima perlombaan unik yang kerap menjadi bagian dari semarak peringatan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia.
| Baca juga: Jenis-jenis Ikan untuk Aquarium |
1. Karapan Sapi, Madura
Karapan sapi merupakan tradisi pacuan sapi yang sangat lekat dengan masyarakat Madura, Jawa Timur. Perlombaan ini menggunakan sepasang sapi yang menarik kereta kayu kecil tempat joki berdiri untuk mengendalikan laju sapi di lintasan pacu.
Karapan sapi biasanya digelar pada Agustus hingga September dan menjadi daya tarik wisata budaya. Kecepatan sapi serta kemampuan joki mengendalikan laju pacuan menjadi faktor utama yang menentukan kemenangan.
2. Pacu Jawi, Sumatra Barat
Pacu jawi berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Tradisi ini dilaksanakan di sawah berlumpur setelah musim panen sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat setempat.
Berbeda dengan pacuan pada umumnya, penilaian pacu jawi tidak hanya berdasarkan kecepatan. Kemampuan sapi berlari lurus di lintasan berlumpur juga menjadi pertimbangan penting dalam perlombaan tersebut.
3. Pacu Kude, Aceh Tengah
Pacu kude merupakan tradisi pacuan kuda yang berkembang di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Perlombaan ini menjadi agenda tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat saat perayaan kemerdekaan.
Keunikan pacu kude terletak pada usia para joki yang masih muda, berkisar antara 10 hingga 16 tahun. Para joki juga menunggang kuda tanpa menggunakan pelana sehingga membutuhkan keterampilan dan keberanian tinggi.
4. Peresean, Lombok
Peresean merupakan tradisi adu ketangkasan masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam pertunjukan ini, dua peserta saling berhadapan menggunakan tongkat rotan dan perisai sebagai alat perlindungan.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai sportivitas, keberanian, dan penghormatan terhadap budaya leluhur. Karena itu, Peresean kerap ditampilkan dalam berbagai acara budaya dan perayaan kemerdekaan.
5. Dayung Jukung, Banjarmasin
Lomba dayung jukung menjadi salah satu perlombaan yang identik dengan masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perlombaan berlangsung di Sungai Martapura yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga.
Kekompakan para pendayung menjadi faktor utama dalam meraih kemenangan. Selain menghadirkan persaingan yang seru, lomba ini juga menunjukkan kuatnya budaya sungai yang masih terjaga di Kalimantan Selatan.
Pengamat budaya dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, mengatakan berbagai perlombaan tradisional di daerah merupakan cerminan kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat.
"Tradisi lokal yang terus dipertahankan menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki ikatan kuat dengan warisan budayanya," ujarnya.
Beragam perlombaan khas daerah tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Selain mempererat kebersamaan, tradisi tersebut juga menjadi pengingat akan kekayaan budaya Nusantara yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....