Mengoleksi Kantong Plastik Bekas Belanja, Kebiasaan yang Sulit Ditinggakan
- 23 Jun 2026 11:08 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Jika membuka laci dapur atau sudut lemari di banyak rumah tangga Indonesia, tak jarang ditemukan tumpukan kantong plastik bekas belanja yang tersimpan rapi. Meski terlihat sepele, kebiasaan mengoleksi kantong plastik ternyata masih banyak dilakukan dan sulit ditinggalkan hingga saat ini.
Bagi sebagian orang, menyimpan kantong plastik bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk penghematan. Kantong plastik bekas dinilai masih memiliki banyak manfaat, mulai dari digunakan kembali saat berbelanja, menjadi alas tempat sampah, hingga membungkus berbagai barang di rumah.
Kebiasaan tersebut juga tidak lepas dari pola hidup masyarakat yang terbiasa memanfaatkan barang selama masih layak digunakan. Daripada langsung membuangnya, banyak orang memilih menyimpan kantong plastik untuk kebutuhan yang mungkin muncul di kemudian hari.
Menurut psikolog klinis Indonesia, perilaku menyimpan barang yang dianggap masih berguna merupakan hal yang umum terjadi. Seseorang cenderung mempertahankan barang karena merasa benda tersebut memiliki nilai manfaat dan dapat digunakan kembali pada masa mendatang.
Psikolog klinis Veronica Adesla menjelaskan bahwa kebiasaan menyimpan barang biasanya dipengaruhi oleh rasa aman, pertimbangan ekonomis, maupun keyakinan bahwa barang tersebut masih memiliki fungsi. Karena itu, menyimpan kantong plastik dalam jumlah wajar tidak dapat langsung dikategorikan sebagai gangguan psikologis.
Namun, psikolog mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut perlu tetap dikendalikan. Jika barang yang disimpan terus bertambah hingga memenuhi ruangan, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau menimbulkan kecemasan saat harus membuangnya, kondisi itu dapat mengarah pada perilaku menimbun atau hoarding disorder.
Di sisi lain, penggunaan kembali kantong plastik sebenarnya sejalan dengan prinsip pengurangan sampah melalui konsep reuse. Melansir informasi dari United Nations Environment Programme (UNEP), penggunaan ulang barang yang masih layak pakai dapat membantu mengurangi jumlah limbah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Meski demikian, para pemerhati lingkungan tetap mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah sederhana seperti membawa tas belanja sendiri dinilai lebih efektif dalam menekan jumlah sampah plastik yang terus meningkat setiap tahun.
Fenomena mengoleksi kantong plastik menunjukkan bagaimana kebiasaan kecil dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pengalaman hidup, kondisi ekonomi, hingga pola pikir tentang pemanfaatan barang. Bagi sebagian orang, kantong plastik bekas mungkin hanya benda sederhana. Namun bagi yang lain, benda tersebut adalah barang yang masih memiliki nilai guna dan sayang untuk dibuang.
Karena itu, kebiasaan menyimpan kantong plastik tidak selalu berarti buruk. Selama dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari gaya hidup hemat sekaligus mendukung upaya penggunaan kembali barang yang masih layak pakai. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara sikap hemat dan kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik demi kelestarian lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....