Faktor-faktor Penyebab Ketiak Menghasilkan Bau Tak Sedap

  • 28 Mar 2026 17:36 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Ketiak menghasilkan aroma bau badan karena adanya interaksi antara keringat (khususnya dari kelenjar apokrin) dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit lipatan ketiak.

Bau ini sebenarnya adalah dari proses alami tubuh, bukan karena keringat itu sendiri yang berbau.

Dirangkum dari berbagai sumber artikel Berikut alasan kenapa ketiak menghasilkan bau tak sedap:

1. Jenis kelenjar keringat di ketiak.

Di ketiak terdapat dua jenis kelenjar keringat yaitu kelenjar ekrin: Kelenjar ini mengeluarkan keringat encer yang berfungsi mendinginkan tubuh dan pada dasarnya tidak berbau.

Kelenjar apokrin: kelenja ini menghasilkan cairan kental yang kaya protein dan lipid, terutama muncul saat pubertas dan berhubungan dengan folikel rambut di ketiak dan selangkangan. Keringat dari kelenjar apokrin ini yang menjadi sumber bau utama, karena kaya bahan organik yang mudah dipecah bakteri.

2. Peran bakteri di bawah ketiak

Kulit di lipatan ketiak lembap dan gelap, sehingga menjadi habitat ideal bagi bakteri seperti Staphylococcus hominis dan mikrobiota lain. Bakteri ini memecah protein dan lipid dalam keringat apokrin menjadi senyawa berupa asam lemak dan thioalcohols yang memiliki aroma menusuk (tajam, seperti bawang atau asam). Oleh karena itu, bau ketiak bukan karena keringat itu sendiri, melainkan karena bakteri yang mengubah keringat menjadi senyawa beraroma tidak sedap.

3. Perubahan hormon:

masa pubertas, menstruasi, kehamilan, menopause, dan stres dapat meningkatkan aktivitas kelenjar apokrin dan keringat.

4. Pengaruh makanan tertentu: makanan seperti yang mengandung bawang, bawang putih, kari, daging merah, dan alkohol bisa mengubah komposisi keringat dan memperkuat bau.

5. Genetik dan kesehatan: beberapa orang memiliki jenis bakteri atau kelenjar apokrin yang lebih aktif, sementara kondisi seperti diabetes dapat menambah bau khas karena penumpukan keton.

Cara mengurangi bau ketiak dengan tepat adalah dengan menjaga kebersihan, mandi teratur, gosok ketiak dengan sabun lembut, dan keringkan benar‑benar agar tidak lembap. Gunakan deodoran menutup bau dan mengurangi bakteri, dan antiperspiran yang mampu membantu mengurangi keringat. Kemudian gunakan pakaian berbahan menyerap keringat, serta kurangi makanan beraroma tajam dan alkohol jika bau ketiak terasa berat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....